Sahabatku-Peter
” Sahabat adalah permata di
hati sedangkan kekasih adalah perhiasan yang hanya sesaat di hati. Aku menantimu untuk hadir dalam kehidupanku”
Aku dan peter, besar bersama-sama. Sejak kecil kami
tinggal di rumah yang tak berjauhan. Bermain bola bersama dan menangis bersama
saat di ganggu oleh anak-anak nakal di jalan. Bagiku, peter itu kakak karena
umurnya lebih dewasa dari aku setahun. Kami tumbuh dan sekolah di tempat yang
sama, lucunya walau dia setahun lebih tua dariku, dia lebih memilih ingin satu
kelas denganku. Harus aku akui aku lebih pintar daripadanya.Padahal awalnya
kami berbeda satu tingkat, dia tidak peduli ledekan teman-teman yang bilang dia
bodoh. Ketika aku tanya,
“ Kamu ga malu peter? Tidak naik naik kelas, sekelas
sama aku?”
“ Ngapain mesti malu, Tomy? Aku malah sengaja tidak
naik kelas, habis teman-temanku tidak ada yang se-asyik kamu.”
Harusnya aku akui, peter memang berbakat dibidang
olahraga kebanding aku, kami saling berbagi, kalau PR dari guru kami sulit, dia
kadang menyontek padaku, tapi kalau aku butuh bantuan dia untuk bermain Bola
dia selalu membantuku. Karena dia memang berbakat di bidang itu, aku tidak
terlalu bisa berolahraga dengan lama karena entah mengapa aku selalu lelah
sendiri. Kami melewatkan
banyak hal dan masa puber bersama. Tapi tidak pernah
diantara kami jatuh cinta pada wanita cantik, mungkin karena anak-anak
perempuan di sekolah kami ini tidak menarik.
Yang kami ingat, kami suka banget dengan Britney
Spears dan tumbuh bersama lagu-lagunya.
Aku tau, saat ujian kelulusan bangku sekolah umum,
peter cemas, ia takut tidak lulus sekolah dan bisa melanjutkan kuliah, ia
mengandalkanku, aku berharap dia lulus karena kami bernjanji untuk melanjutkan
kuliah yang sama, tapi walaupun aku sudah membantunya dengan banyak hal,
nilainya tidak cukup untuk satu mata kuliah denganku, akhirnya walau kami satu
kampus, kami terpaksa berbeda jurusan, tapi kami selalu berangkat bersama.Ia
memiliki motor warisan dari ayahnya, walau kuliahku pagi dan dia siang, dia
rela mengantarku, mungkin kamilah sahabat yang paling sejati di dunia ini.
Begitu sebaliknya ketika ia pulang sore, aku akan menunggunya hingga pulang
untuk bersama-sama.
Suatu hari, saat aku sedang di perpustakaan. Aku
hendak meminjam sebuah buku untuk dibaca karena menunggu peter selesai kuliah,
saat aku sedang membaca buku, di dalam halaman kertas buku itu terselip sebuah
catatan yang membuatku sangat penasaran, sebuah tulisan,
Rasa penasaranku membuatku mencoba mencari alamat itu
di accout facebookku, aku tidak menyangka kalau nama BlackAngel adalah seorang
gadis cantik, aku rasa dia meminjam buku yang sedang ku baca ini dan akhirnya
aku mengirimkan pesan untuk mengatakan kalau aku menemukan kertas ini di buku “
Hadiah untuk menangkapku.”
Ia merespon balik email yang kukirim dan sejak itu aku
mulai dekat dengannya. Kami mulai berpikir untuk bertemu. Karena malu, aku
mengajak Peter untuk menemaniku bertemu dengannya. Aku tau, ibuku seorang janda
yang tidak terlalu kaya sehingga aku harus mengangkat perutku dalam-dalam agar
bisa terus kuliah, sedangkan peter, ia dari keluarga kaya dan ibunya menikah
lagi dengan pria yang membawa keluarga itu makmur setelah ayah peter meninggal.
Aku begitu malu saat bertemu BlackAngel, karena semua
pakaian terbaik hingga ongkos kami untuk makan dan minum dipinjamkan
Peter.Peter ikut dalam acara kencan kami, itu memang lucu, aku yang pemalu
malah membuat Peter yang banyak membuat lelucon untuk mencairkan suasana, tapi
aku senang akhirnya saat berpisah BlackAngel mengatakan sesuatu padaku dan
membuatku bahagia.
“ Hari ini, hari yang indah, aku bahagia loh bisa
jalan sama kamu.”
Aku melompat bahagia dan memeluk Peter karena
BlackAngel memang perempuan idamanku, Peter itu senang dengan kebahagiaanku dan
aku pun berharap ia mencari perempuan sehingga kelak bila aku sudah jadian
dengan BlackAngel maka dia bisa membawa pasangannya pula, tapi Peter malah
menjawab,
“ Aku bantu dulu kamu dapatkan BlackAngel, setelah itu
baru aku pikirkan pasanganku, yang penting kamu bahagia dulu.”
Peter, sahabatku membuatku terharu.Dan memang menjadi
kenyataan kalau pada akhirnya aku dan BlackAngel jadian aku merasa sangat
bahagia, tak lupa ungkapan terima kasih kepada Peter yang telah berkorban uang
untuk kencan kami selama ini. Ia hanya minta padaku ketika di hari
kebahagiaanku dan berharap aku tidak melupakan dia setelah sering bersama
BlackAngel. Tentu saja aku tidak akan meninggalkan dia, itu lah janji yang aku
ucapkan padanya.
Tapi ucapanku mungkin hanya seperti angin, entah mengapa
sejak bersama BlackAngel aku mulai sering melupakan dia, aku lebih sering
bersamaBlackAngel. Dan mungkin aku bersalah karena telah merepotkan Peter, aku
meminjam motor pribadinya ke kampus hanya untuk mengantarkan BlackAngel kuliah,
Peter sahabatku bahkan tidak protes, ia lebih memilih naik angkot untuk
melihatku bahagia.Aku masih ingat, saat itu hujan deras, besar sekali sehingga
aku dan Angel tidak bisa pulang di kampus.Peter, datang pada kami.
Karena tidak mungkin aku dan Angel naik motor dalam keadaan
hujan, aku memilih naik taksi dan meminta peter pulang membawa motor mengikuti
aku ke rumah BlackAngel, setelah itu kami pulang bersama-sama.Ongkos taksi yang
dipinjamkan olehnya membuat aku sampai di rumah Angel tanpa kedinginan dan
basah kuyub. Di rumah BlackAngel aku sedang asyik minum kopi hangat dan Peter
muncul dengan wajah kedinginan basah kuyup, tersenyum menatapku dengan hangat,
aku merasa berdosa saat itu melihat pengorbanan sahabatku.
****
Suatu hari, aku mengalami demam dan harus beristirahat
total. Aku tidak bisa kemana-mana dan hanya bisa tidur di rumah. Saat itu aku
meminta Peter untuk mengantarkan BlackAngel ke kuliah karena aku berhalangan,
dengan senang hati ia melakukannya. Tapi saat aku tawarkan ke BlackAngel, ia
menolak. Ia bilang bisa pergi sendiri, memang akhir-akhir ini BlackAngel sering
menolak ajakanku, mungkin dia marah dan aku tidak bisa menjemputnya pikirku.
Ternyata aku terkena demam berdarah dan harus
beristirahat di rumah sakit, Peter bolos kuliah untuk menjagaku, aku sudah
menyuruhnya untuk tidak melakukan itu, tapi ia lebih memilih untuk menjagaku.
BlackAngel hanya datang sekali padaku, ia bilang ia sedang mau ujian sehingga
tidak bisa menjengukku sering-sering.Aku bisa pahami semua itu, dengan peter di
sampingku setiap saat, aku merasa tidak kesepian.
Aku sedang duduk bersama Peter dan bertanya, mengapa
ia begitu baik padaku. Ia lalu bercerita padaku, saat tidak ada seorang pun
yang ingin main bersamanya di sekitar komplek rumah, semua berpikir kalau dia
itu aneh karena sifat tempramentelnya, orang tua melarang anak-anaknya untuk
bermain dengannya, akulah orang yang datang padanya dan mengajaknya bermain. Ia
tidak bisa bayangkan betapa sedihnya hatinya ketika teman-teman sekolah
mengucilkannya dan akhirnya ia memutuskan untuk sengaja tidak naik kelas agar
bisa bersamaku, itulah yang membuatnya berpikir akulah sahabat sejatinya.
Kalau dipikir-pikir benar juga, aku menghabiskan
separuh remajaku untuk Peter, aku tidak mungkin menolak berteman dengannya,
apalagi ibuku pernah bilang, saat ia kesulitan, ibu peter lah yang membantu
untuk meminjamkan uang. Tentu saja agar aku bisa sekolah. Kami tumbuh
bersama-sama hingga saat ini dan itulah persahabatan kami. Begitu dekat dan
saling menjaga, aku pun meledeknya untuk secepatnya mencari kekasih, dia hanya
tertawa dan bilang kalau saat ini sedang dekat dengan seorang gadis di kelasnya
tapi belum berpikir untuk ke hubungan serius.
Aku meledeknya dan berharap menembak sehingga kami
bisa bersama. Tiba-tiba malam itu aku jadi ingin makan ayam goreng kfc, peter
tau aku semingguan ini hanya makan bubur dan ia rela mencarikanya aku ayam kfc
walau dokter melarang, tapi demi aku, ia pun pergi melewati malam dan akhirnya
aku makan malam bersama, saat kembali wajahnya begitu tegang, aku pun bertanya
karena melihat sikapnya yang agak aneh dari biasanya,
“ kamu kenapa kok
aneh gitu kayaknya, abis liat setan ya?”
“ Nggak kok, aku ga kenapa-kenapa?”
“ Bohong, pasti sembuyikan sesuatu..”
“ Tomy, kamu yakin BlackAngel sedang belajar untuk
ujian?”
“ Yakinlah, dia barusan sms aku lagi belajar..”
“ ooo.. gitu ya.”
Kami pun melewatkan malam dengan hari itu dan seperti
melihat peter lain dari biasanya.
***
Aku tidak tau mengapa saat aku sembuh dan kuliah.
BlackANgel mulai menjauhiku, dengan perasaan bingung aku pun harus mencari
waktu meminta penjelasan mengapa ia selalu beralasan tidak ingin aku dekat
dengannya, padahal sebelumnya kami baik-baik saja. Aku pun bercerita kepada
Peter tentang sikap BlackAngel, ia malah memintaku untuk putus dengannya, tentu
saja aku marah, dia tidak memiliki alasan apapun untuk memintaku putus dengan
BlackAngel walau kita adalah teman baik,
“ BlackAngel itu bukan perempuan setia, sebaiknya kamu
tinggalin aja, “
“Kok kamu ngomong gitu, aku pikir kita sahabat baik,
ternyata kamu iri dengan kebahagiaanku, jangan menghina pacarku dengan kasar”
“Itu benar, aku melihatnya sendiri dia sama cowok
lain.”
“ Cukup, aku gak mau dengar,ini motor kamu, aku
balikin kuncinya, ternyata aku salah menilai kamu sebagai sahabat, aku lebih
tau BlackAngel dari siapapun, bukan kamu!!”
Aku menatapnya dengan marah dan Peter terdiam
melihatku pergi. Malam itu aku pergi ke rumah BlackANgel, semua berjalan
baik-baik saja, dia kembali mesra denganku tidak seperti biasanya. Kini aku
mulai benar-benar berpikir kalau Peter itu hanya iri denganku. Aku bercerita
tentang sikap Peter yang mulai membuatku kesal, tanpa aku sangka BlackAngel
juga mengatakan hal yang sama kalau dia tidak suka pada sikap Peter makanya
selalu menolak untuk diantarnya. Aku lebih memilih untuk mendengarkanBlackAngel
dan menjauhi Peter,
“ Jangan-jangan Peter itu Gay ya, dia suka kamu?
Sampai segitu jahatnya pengen kita pisah?”
“ Aku juga ga tau sih, dia ga pernah dekat dengan
siapapun selain aku, selama ini dia wajar-wajar aja.”
“ Akuyakin dia gay.. soalnya sering liat dia sama
cowok lain yang namannya Wilson?”
Aku tau siapa Wilson, dia kan cowok anak sekampus yang
sekelas dengan Peter dan terkenal sebagai koreagrafer model kampus dan memiliki
sikap gemulai. Aku tidak langsung menerkam kalimat Angel dakam benakku. Tapi di
hatiku terdapat perasaan yang mengatakan hal yang sama,
“Apa mungkin Peter itu gay?”
***
Peter sering mengirimkan sms seolah hubungan kita
tidak terjadi masalah, padahal aku masih marah karena dia itu mengfitnah BlackAngel.Aku
tidak membalas smsnya, sampai suatu ketika aku benar-benar melihat Peter
bersama Wilson sedang berada di ruangan tari, mereka terlihat sedang asyik
menari bersama. Aku pun percaya kalau Peter tenyata seorang Gay. Malamnya dia
sms aku dan bilang kalau dia pengen mencoba menjadi seorang penari latar, Aku
membalasnya dengan kasar.
“ Selamat, semoga sukses bersama pasangan gay kamu.”
Peter terkejut dan membalas dengan semua pertanyaan
yang intinya menolak dugaanku, aku tidak banyak bicara, tiba-tiba nenekku
meninggal dan aku harus pulang kampung sama ibuku. Aku tidak memberitahu Peter
karena masih shock dengan status barunya gay. Tidak tahan dengan smsnya yang
sangat menjijikan bagiku akhirnya aku bilang padanya.
“ Peter kita tidak lagi bersahabat, maaf, aku tidak
bisa punya teman seperti kamu, jangan ganggu hidupku, aku sudah cukup lama
bersamamu, 10 tahun masa remajaku hanya untuk menemanimu, kini biarkan aku
jalan tanpa kamu disampingku, bukan karena kamu gay atau bagaimana tapi aku
ingin hidup tanpa kamu, semoga kamu mengerti.”
Setelah sms itu, dia tidak lagi membalasnya. Entah apa
aku benar-benar jahat atau tidak. 3 hari kemudian dia mengirimkan sms padaku.
“ Harus kemana aku mencari sahabat seperti kamu, aku
sudah tidak punya lagi tempat yang bisa untuk melupakan kenangan kecil kita,
aku bukan gay.. “
“ Pergi saja ke luar negeri ke tempat ayahmu, jauh
dari aku, itu paling baik, aku benar-benar sengsara untuk bersama kamu. Plzz.”
“ Benarkah itu keinginan kamu tomy?”
“ Ya, plzz,”
“ Baiklah aku akan pergi sesuai keinginan kamu. Tapi
aku tidak pernah bermaksud apapun dan semua yang aku lakukan dalam hidupku
adalah untuk membuat kamu bahagia dan jauh dari penderitaan.”
“ Ya , thks aku sudah besar dan bisa melihat baik atau
buruk, semoga kamu mendapatkan tempat yang baik yang jauh dariku.”
Peter akhirnya benar-benar pergi dalam hidupku dan
memutuskan mendadak pergi ketempat ayahnya di luar negeri. Entah aku harus
merasa bagaimana melihat perpisahan ini, tapi demi BlackAngel yang memintaku
untuk tidak dekat dengannya lagi, aku harus melakukan ini karena inilah
kebahagiaan aku sesungguhnya.
Wilson pasangan gay yang kupikir dengan Peter,
tiba-tiba memarahiku dengan gaya bancinya. Aku terkejut, rasanya ingin kuhajar
dia. Dia menyalahkanku atas kepergiaan Peter. Tentu saja aku tidak terima,
“ Jangan salahin aku dong kalau pasangan gay kamu
pergi, itu kan kemauan dia”
“ Kita bukan pasangan gay, dia itu teman, orang yang
menghargai perbedaan, tidak seperti kamu yang sudah buta karena seorang
perempuan dan tidak sadar siapa yang benar-benar orang yang harus kamu
percayai.”
Ia melemparkanku sekotak surat dan memintaku untuk
menyimpannya, karena tidak ingin lama-lama bersama banci gila ini, akhrinya aku
terpaksa menerima dan menyimpannya dalam tasku. Kalimat terakhirnya.
“ SADARLAH SEBELUM TERLAMBAT, KALAU SAHABAT SEJATIMU
ITU, LEBIH PENTING DARI GADIS MURAHANMU”
***
Aku mulai curiga dengan BlackAngel yang sering susah
kutemui, padahal deminya aku rela menjauhi Peter. Aku memang tidak banyak uang
saat ini karena kehilangan peter yang sering meminjamkanku sehingga harus
bekerja partime di cafe starbuck.Aku bisa memaklumi BlackAngel yang mungkin
marah padaku karena sibuk mencari uang untuk biaya pacaran kami tapi semua aku
lakukan untuknya, aku hanya ingin dia bahagia.
Sebentar lagi tepat setahun aku pacaran, aku pun ingin
memberikan door price padanya sebuah cincin yang kubeli dengan uang gajiku.
Saat aku tiba dirumahnya, aku melihat sebuah mobil bmw, aku berjalan mendekat
pintu dan melihat BlackAngel bersama pria yang asing dariku, wajahnya mungkin
lebih layak di bilang paman. Angel terkejut melihatku dengan pria itu. Ia
kebingungan saat aku tanya siapa pria itu, dengan tanpa bersalah ia bilang,
pria itu adalah calon suaminya.
Lalu siapa aku? Ia hanya bilang hubungan kami sudah
berakhir. Aku terdiam, ingin menangis melihat kejadian itu, aku pergi dengan
kehampaan. Saat aku pulang, aku merenung di kamar, akan kejadian buruk hari
ini. Rasa sakit di hatiku, begitu dalam. Aku mencari obat tidur yang sering
kubeli karena sering susah tidur untuk melupakan stresku, tanpa sengaja kutemui
surat yang dulu dibelikan Wilson padaku. Kubuka lembaran itu dan terkejut
dengan foto-foto BlackAngel dengan banyak pria, tanpa aku sadari ternyata email
yang kutemukan di perpustakaan adalah caranya untuk mencari pria yang ingin
tidur dengannya, dan aku benar-benar terkejut kalau ternyata BlackAngel adalah
ayam kampus.
Sedih rasanya tak percaya dengan Peter, saat aku
menyadari kalau Peter selama ini benar, aku benar-benar malu untuk mengatakan
permintaan maafku, Peter bukanlah gay, saat aku melihatnya di facebook kini ia
sudah bersama seorang perempuan yang ia sebut kekasihnya, hatiku malu untuk
memulai kalimat awal persahabatan kami yang abadi, Kisahku ini adalah kisah
yang kuharapkan menjadi pelajaran untuk siapapun, semoga saja kalian mengerti
arti pesahabatan diantara cinta itu sangat tipis untuk dibedakan,
Pilihan terbaik dalam hidupmu adalah memilih keduanya
dalam hidup dan berjalan dengan bersama,
Tamat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar