Minggu, 14 Juli 2013
Coretan Malam
Aku tak tahu harus bertahan sampai berapa lama lagi untuk menjalani kehidupan ini. Di agamaku ada sebuah hadist yang menyatakan bahwa "Allah tak akan memberikan cobaan kepada hambanya melebihi batas kemampuannya". namun Aku disini merasa sudah tak mampu lagi untuk melewatinya. Disetiap sujudku Aku mengadu kepada-MU akan semuah hal yang terjadi padaku dan Akupun tau jika ENGKAU telah mengetahui apa yang Aku harapkan. Tuhan, Aku ingin ini semua usai, Aku tak ingin merasakan hal ini lebih lama lagi. Aku ingin merasakan kebahagiaan yang lebih lama. Aku ingin seperti orang-orang yang berada disekelilingku. Tuhan, Engkau tau Aku disini sendiri, tak dapat kuceritakan semua hal yang terjadi padaku kepada orangtuaku. hanya padam-MU aku menceritakan semuanya. Aku mohon dengarkan dan kabulkan keinginnanku. Aku sudah lama seperti ini. Mau sampai kapan lagi Aku harus mengarungi cobaan yang ENGKAU berikan. Aku sudah berusaja tegal dalam menjalani kehidupanku. Aku selalu tersenyum kepada orang-orang dosekelilingku supaya mereka bisa mengira Aku bahagoa dan baik-baik saja. Namun pada kenyataannya Aku sedih dan tak tahu harus berbuat apa. Tuhan, Aku berharap yang terbaik untuk semua yang ku jalani. Akupun bersyukur dan terimakasih ENGKAU telah memberikanku hidup dan banyak mengetahui berbagai hal didunia ini. Salam.
Jumat, 12 Juli 2013
Apa yang menjadi anganku dan tak seorangpun yang tau
AKU SENDIRI DISINI
Yang Aku tau dari pandangan orang tentang anak tunggal adalah mereka selalu dimanja, disayang dan apa yang menjadi permintaan anak tersebut akan dituruti oleh orang tuanya.
Ya pendapat itu tak bisa sepenuhnya Aku salahkan, namun tak mereka tau Aku disini merasakan kesepian yang amat sangat. Sepi, sendiri dan tak ada seorangpun yang menemani.
Aku tak dapat sepenuhnya bercerita akan keadaanku sama orang tuaku. Aku disini butuh seorang sahabat ataupun kakak yang mampu membimbingku dan menemaniku dalam setiap keadaanku.
Aku iri sama teman-temanku yang mempunyai keluarga lengkap. Mereka seakan begitu sangat bahagia dan bisa berbagi cerita bersama.
Kehidupanku sejak kecil sangatlah berat bagi seorang anak tunggal. Aku terkadang ingin segera menyelesaikan tugasku didunia ini dan kembali kesisi-MU karena Aku disini sudah merasa tidak kuat akan keadaan didalam keluargaku.
Aku ingin bercerita namun Aku tak bisa bercerita dengan siapa. Hanya tangis yang dapat Ku lakukan.
Bagi seorang anak tunggal hadirnya seorang sahabat sangatlah dibutuhkan, namun apa yang Aku dapat mereka memang ada tapi tak sepenuhnya ada untukku.
sampai pada akhirnya Aku menjalani dua kehidupan ini Kehidupan didalam pendidikan dan kehidupan diluar pendidikan yang sangat berbeda.
Aku baru menyadari bahwa bersahabat dengan orang yang katanya berpendidikan itu sangat-sangatlah penuh dengan sandiwara. mengapa Aku bisa berkata seperti itu, karena Aku merasakan sendiri. mereka ada saat memang kita diperlukan dan disitu pula mereka akan akrab dengan kita namun dibalik itu semua mereka berusaha untuk menjatuhkan sahabatnya sendiri. Yah mereka lebih suka melihat penderitaan orang lain diatas kejayaan yang mereka dapatkan.
Berbeda dengan Aku bersahabat dengan orang yang notabene dikenal dengan orang yang gadungan/urakan/gelandangan. kenapa Aku bisa berkata seperti itu karena Aku merasakan hal ini sendiri. Aku mengenal orang yang sangat-sangat berbeda dan berbanding terbalik dengan bagaimana keadaanku sekarang. Yah Aku mengenal seseorang yang terkenal dengan gadungan/urakan/gelandangan. kejadian ini terjadi saat Aku menduduki bangku SMA kelas XI disitu entah ada angin apa Aku bisa memulai perbincangan dengan orang tersbut sampai pada akhirnya kita semakin akrab dan semakin dekat. Disitu Aku merasakan hal yang berbeda. Kenapa??? disitu Aku sangatlah dihargai sebagai seorang sahabat. Aku dilindungi oleh dia dan Dia juga selalu ada untukku. Aku sangat-sangat bersyukur pernah mengenal Dia dan tak akan pernah ku lupakan akan setiap kejadian yang pernah kita jalani bersama. Dia yang notabene berbeda namun bisa menunjukkan arti sahabat sebenarnya bukan seperti yang notabene sama dengan keadaanku namun dia tak pernah ada untukku.
Aku merindukan kehadirannya lagi, Aku menginginkan dia kembali hadir dalam setiap waktuku, Aku ingin kamu disini untukku. SELAMANYA. Aku merindukanmu. Dan Aku akan selalu menunggu akan datangnya waktu yang membuat kita kembali bersama lagi.
Kau yang tak akan Ku lupa wahai Sahabatku
Masa SMA ku adalah masa terindah dalam hidupku, sebahagian
orang dan teman-teman mungkin menganggap sepele hal tersebu yang hanya
berlalu begitu sajat, tapi tidak demikian untuk aku karena masa SMA
inilah aku mendapatkan banyak pelajaran hidup dan pengalaman-pengalaman
terindah yang tidak dapat aku lupakan sampai kapanpun, mungkin sampai
aku mati hehe Aminnn :), bagaimana tidak karena masa disinilah
merupakan masa hidup yang penuh dengan cerita dan kenangan yang penuh
dengan inspirasi hidup, baik dari teman-teman baik guruku tercinta.
Kenangan yang tidak bisa aku lupakan sampai saat ini dan terkadang apabila aku mengingatnya membuat aku sedih dan rindu akan kenangan tersebut, yaitu kenangan bersama sahabat-sahabatku tercinta,kisah-kisah ketika bercada, tertawa,bercerita,curhat,saling nasehat menasehati,nangis,dan masi banyak lagi yang kami lakukan smua bersama-sama, aku sungguh beruntung mendapatkan sahabta seperti mereka, yang saling mengeti satu samalain walaupun di antara kami ada percekcokan sedikit itu tidak akan bertahan lama karena kami sendiri yang akan menyelesaikan masalah yang kami hadapi tersebut, kami bersahabtat sangatlah unik bersuku-suku dari sabang sampai merauke heheee:) kami punya geng tesendiri, bukan untuk gaya-gayaan loohh tapi hanya untuk sebagai identitas yang mempersatuhkan kami untuk selamanya, namanya BFC (Best Friend Comunity) adapun kami yaitu, aku mulai dari nama aku dulu yaaaa, nama lenkapku Muh.Qadri sahabat-sahabatku dan orang di kampung biasa memanggilku Adul,aku orangnya bisa dibilang romantis dan relegius smua cewe kalau ngomong sama aku pasti kelepe-kelepek biasalah Raja Gombal hahaaaa :). Elwiend biasa kami panggil Betrack dia punya banyak paggilan entah berapa, tapi dia punya nama paggilan sayang tersendri dari pacarnaya yaitu Win-Winku hehee:), dia memang sahabatku dari masa kanak-kanak hingga sekarang ini, orangnya agak pendim dan lumayan gantenglah hal itu yang membuat banyak wanita tergila-gila kepadanya. Nuraeny yudha atau bisa dpanggil Nhuy, orangnya siihh baik tapi juga sangat menjengkelkan entah sudah berapa kali aku dan dia cekcok dan samapai marahan tetapi itu tidaklah berlangsung lama paling lama sihh 3 hari abis orangnya ngeselin siihh, walaupun begitu dialah sahabat yang paling dekat sama aku maklumla, aku satu kelas sama dia, kami juga sering ngobrol bareng,curhat tapi orangnya sering sakit-sakitan, bahkan dia pernah gak sadarkan diri karena sakitnya kambuh untunglah gak sampai serius sampai sekarangpun dia masi sering sakit-sakitan, hal itu yang membuat aku cemas dan inilah wanita yang membuat Elwiend kelepek-kelepek entah dia pake jurus apa yaaaa, karena setau aku jarang loohh wanita yang bisa membuat hati Elwiend luluh dan berlutut cinta kepadanya. Aniez atau mbak Aniez orangnya sabar kalau ngomong lembut banget kayak kapas, dia juga dewasa pokoknya baik deehhh. Fatmah biasa kami panggil dengan sebutan fate’ orangnya juga gak jauh bedalah dengan mbak Aniez yaaa kalau kami ngumpul-ngumpul terkadang dia kebanyakan diam saja, kalau ada masalah tidak mau ngomong-ngomong sama kami dia pendam sendiri, terkadang dia sedih dan bahkan sampai menangis entah mengapa. lain halnya dengan sahabtaku yang satu ini namanya Ruth Ramba aku tidak tau nama panjangnya aku taunya cuman paggil ruth, teman SMPnya siihhh panggilnya LIA entah dimana nyambungnya yaahh hehee:) orangnya sangat seru asyik, kalu sama dia bicara terus-menerus, bagaikan kereta Api yang gak punya rem, dia juga sedikit cengeng, manja itulah yang menjadi ciri kahasnya yang sampai saat ini gak bisa aku lupakan. Phypit atau lengkapnya Rosyida aku juga baru tau ternyata nama lengkapya Rosyida sewaktu didepan kelas ada guru yang panggil dengn nama itu trus dia menyaut, nama lengkapnya ternyata itu, dia orangnya juga baik,imut,lugu apalagi yaaa hmmmm sdikit cengeng juga siihhhhh tapi asyikk di ajak cerita yaa kadang juga aku gombal seperti sahabat-sahabatku yang lain. Alridah, dia sangat pendiam aku mulai akrab sama dia disaat kelas 3 dan sudah akhir-akhir sekolah, dianya kurang percaya diri makanya kalau aku lagi sama dia aku beri motifasi dan dorongan agar dia bisa percaya diri lagi Cayo cemangat laaahh Sobat. Irha sampai sekarang aku tidak tau nama lengkapnya syapa, Irha awalnya aku kenanya cuman dari Nhuy tapi lama kelamaan sering cerita jadinya akrab dehhh, orang asyik ditemanin ngobrol nyambung,dan juga asyik kalau sama dia banyak ketawanya. Allink Biasa kami panggil dengan sebutan Alteb ( alis tebal) dia sekolahnya di SMK Masamba dan sekelas dengan Elwiend, dia orangnya lumayan baiklah temen cerita dia biasa curhat tentang pacarnya hehehe kaya cewe saja yaaaa :) .Imma atau Nirmala aku tidak terlalu tau orangnya bagaimana ,maklumlah dia sekolah dipalopo makanya dia jarang ngumpul kalau kami lagi baut acara, yaahh paling-paling ngobrolya cuman lewat HP doang itu pun jarang maklumlah anak sekolah tidak boleh boros, dia baik dan juga asyik kalau di ajak bercanda . Anthy kami beri dia julukan Cebong, entah dari mana asalnya julukan tersebut aku juga gak tau pasti, dia orangnya aku gak tau karena aku jarang cerita sama dia, maklumlah dia kalau disekolah lebi banyak habisin waktu di dalam kelas atau bersama dengan teman-teman kelasnya, dia juga agak pendiam dan gak banyak bicara.
Terlalu banyak kenangan-kenangan bersama mereka diantaranya disaat kami mengadakan acara bakar ikan yang ikannya lebi mirip dengan Tokke hehee:) tepatnya di pinggir sungai Pandak , disinilah dimana kekompakan kami terlihat, setelah ikannya masak kami semua duduk bersama untuk makan dan sekalian mengambil gambar atau foto-foto di tambah dengan sambal buatan kami yang sangat menyengat lidah yang membuat kami berlinangan air mata hahaaaa, setelah selesai makan kami bergegas menuju sungai untuk mandi atau sekedar mencuci motor , yang serunya ketika kami mandi kami saling mengejar satu-sama lain dengan air untuk membuat teman-teman basah tetapi akunya sibuk merekam adegan mereka jadi tidak basa deehh, walaupun melelahkan tetepi sungguh sangatlah menyenangkan, dan juga ketika akhir-akhir sekolah aku mengajak sahabat dan teman-temanku makan rambutan di kebunku beramai-ramai ditambah dengan acara foto bareng hehee (Givoo) bukan rambutannya yang kami nikmati tetapi kebersamaan kami yang kami nikamati dimana sudah tidak lama lagi kami semua akan berpisah dan mencari kehidupan dan jalan masing-masing, dan masi banyak lagi kenangan-kenangan bersama mereka diantaranya ketika buat Simbole di rumah sahabat kami Nhuy, Buat batagor dirumahnya Imma yang juga merupakan peresmian BFC ( best friend comunity) yang dulunya BBC (best friend batagor comunity) hehehe lucu yaaahhh :), dan hal yang paling mengharukan ketika hari ulang tahun Nhuy dimana ada adegan yang Elwiend dan aku rencanakan yaitu aku yang mengambil peran untuk mengerjain Nhuy dengan sengaja marah-marah kepada dia, entahlah marahku pada saat itu kenapa,tapi Nhuy betul-betul mempercayainya sampai-sampai dia nangis bagimana tidak matanya yang kelihatan bengkak ketika terlihat di seolah, sebenarnya aku mau menyerah karena aku terlalu kasian dan tidak tega melihatnya tetapi karena sebuah sepraiss aku bertahan hingga hari yang telah kami tentukan, setelah tiga hari tibahlah saatnya , Elwiend dan aku berfikir apakah ini akan berhasil tadinya aku ragu tapi Elwiend yang penuh dengan optimismenya meyakinkan aku bahwa kita pasti bisa, tepatnya pada tanggal 17 Desembar 2011 jam, 01:30 aku dan Elwiend berangkat mengambil kue Tar yang terlebidahulu telah kami pesan dengan khusus dan membawanya ke rumah Mbak Aniez, karena kami mempunyai rencana untuk terlebidahulu salah satu teman kami yaitu Fatmah mengajak Nhuy keluar rumah, lalu setelah itu kami masuk kerumhnya dan mempersiapkan semuanya, Setelah Fatmah berhasil mengajak Nhuy keluar kami langsung bergegas memasuki rumahnya dan mempersiapkan smua bahan atau alat yang kami perlukan baik itu tepung , telur dan Air untuk kami lemparkan ke badannya , setelah selang waktu beberpa menit Nhuy pun datang dengan menutup pintu kami segerah siap-siap dengan tepung yang ada di tangan, ketika dia sudah membuka pintu kami melemparinya dengan air dan tepung terigu, dengan wajah yang kaget dan terharu dia tak menyangka semua ini akan terjadi, yang lebi membuat haru ketika sang pacar Elwiend keluar dari kamar dan dengan membawa kue Tar yang di iringi dengan gitar dan sebuah lagu, muncul dihadapannya Nhuy dengan wajah yang agak malu dan terharu sedikt meneteskan Air mata karena tidak menyangka semua ini akan terjadi, dia meniup lilin ulang tahunnya dengan senyum bahagia dan disertai dengan do’a yang dia panjadkan penuh hikmat, sebeanarnya dia tidak menyangka Elwiend akan datang dan membuat Sepraisss seperti ini karena elwiend kan pada saat itu berada dipalopo itupun merupakan sepraiss dari dia. jujur dalam hidupku baru pertama kali melihat acara ulang tahun seromantiss itu secara langsung, biasanya aku lihatnya di acara TV atau sinetron.
Hal yang juga menyenangkan yaitu ketika buat rujak dirumah Imma dan ketika makan bersama-sama di rumah Nhuy. yang tidak dapat aku lupakan dari rumahnya Nhuy yaitu suara Tokke yang bunyi terus-menerus entah dia tidak suka akan kedatangan aku atau entahlah mengapa, aku nyesel gak tanya sama tokkenya hehee :) maklumlah aku rutin hampir setiap minggu mengunjungi rumahnya bersama dengan Win-Winnya entah ketika Nhuy sakit ataupun sekedar jalan-jalan tetapi untuk Win Win karena dia rindu selalu dengan pujaan hatinya hehehe:) dan masi bnyak lagi kenagnangan-kenangan lainnya, karena banyaknya itulah tidak dapat aku tulis atau bingkai semua dalam cerita ini cukuplah hanya intinya yang memiliki kesan mendalam.
Setelah dengan banyaknya kenangan bersama mereka maka hal yang sangat menyedihkan dan mengharukanpun tiba, ketika selalesai ujian Nasional kamipu tidak perna membuat sesuatu acara lagi bagaiman mau buat ketemupun kami jarang, karena kami semua mungkin sibuk dengan persiapan menuju bangkuh kuliah dan memprsiapkan diri untuk menghadapi Tes SMPTN(Selaeksi mausuk perguruan tinggi negeri) tapi sayang setelah aku 1 sebulan di Makassar,setelah di Tes dan pengumuman, diantarakami banyak yang tidak lulus maka kami mencari keberuntungan ditempat lain, saat itu kami tidak pernah lagi ketemu dan ngumpul bareng lagi seperti dulu, semua sibuk yaa termasuk saya sibuk kesana kemari daftar tidak lulus-lulus.da peristiwa yang paling membuat kami sedih ketika salah satu sahabat kami yakni Nhuy memutuskan akan pergi ke Jawa tepatnya di bandung untuk menempuh pendidikan, dan hal itu yang membuat aku sedih dan juga menyesal, aku tidak bisa melihat dia dan menemani dia di saat-saat keberangkatannya ketika di saat sahabta-sahabtaku hadir disana dan menemani kesedihannya, aku tidak hadir disana aku sangatlah sedih dan terus menerus terpikir dan terbayang olehnya bukan waktu yang singkat bagiku untuk melihat dan bertmu dia kembali, apalagi dia adalah sahabat yang paling dekat denganku. sekarang waktu telah berjalan kami semua telah menemui jalan masing-masing, dan kuharapkan kepada sahabta-sahabatku janganlah berubah, tetaplah menjadi yang dulu ketika kita ketawa bareng,bercanda bareng cerita bareng dll, janganlah lupakan hal itu dan janganlah lupakan kami dan prsahabatan kita kenaglah selalu, ingatlah kenangan dan perjuangan kita semua yang dulu hingga kita bisa seperti ini , dan di suatu saat nanti aku yakin kita semua akan bertemu kembali walaupun tidak seperti yang dulu lagi.
tetap optimis sobat jangan menyerah kebahagianmu adalah kebahagiaan kami juga , sedihmu adalah kesediahan kami juga , dukamu adalah duka kami juga, kami akan selalu dibelakangmu mendukungmu di setiap langkahmu percayalah sobat. walaupun mungkin apabila nanti ada di antara kita yang akan meninggalkan dunia ini yakinlah sobat itu bukan akhir cerita kita, jika suatu saat nanti aku mati jangan sedih Sobat jalanmu masi panjang, aku hanya berharap, kalian akan selalu mengenang dan mengingat aku dan persahabtan kita sampai kita semua akan bertemu kembali di kehidupan berikutnya,,, di Syurga Allah AMIIIINNNN…
Kenangan yang tidak bisa aku lupakan sampai saat ini dan terkadang apabila aku mengingatnya membuat aku sedih dan rindu akan kenangan tersebut, yaitu kenangan bersama sahabat-sahabatku tercinta,kisah-kisah ketika bercada, tertawa,bercerita,curhat,saling nasehat menasehati,nangis,dan masi banyak lagi yang kami lakukan smua bersama-sama, aku sungguh beruntung mendapatkan sahabta seperti mereka, yang saling mengeti satu samalain walaupun di antara kami ada percekcokan sedikit itu tidak akan bertahan lama karena kami sendiri yang akan menyelesaikan masalah yang kami hadapi tersebut, kami bersahabtat sangatlah unik bersuku-suku dari sabang sampai merauke heheee:) kami punya geng tesendiri, bukan untuk gaya-gayaan loohh tapi hanya untuk sebagai identitas yang mempersatuhkan kami untuk selamanya, namanya BFC (Best Friend Comunity) adapun kami yaitu, aku mulai dari nama aku dulu yaaaa, nama lenkapku Muh.Qadri sahabat-sahabatku dan orang di kampung biasa memanggilku Adul,aku orangnya bisa dibilang romantis dan relegius smua cewe kalau ngomong sama aku pasti kelepe-kelepek biasalah Raja Gombal hahaaaa :). Elwiend biasa kami panggil Betrack dia punya banyak paggilan entah berapa, tapi dia punya nama paggilan sayang tersendri dari pacarnaya yaitu Win-Winku hehee:), dia memang sahabatku dari masa kanak-kanak hingga sekarang ini, orangnya agak pendim dan lumayan gantenglah hal itu yang membuat banyak wanita tergila-gila kepadanya. Nuraeny yudha atau bisa dpanggil Nhuy, orangnya siihh baik tapi juga sangat menjengkelkan entah sudah berapa kali aku dan dia cekcok dan samapai marahan tetapi itu tidaklah berlangsung lama paling lama sihh 3 hari abis orangnya ngeselin siihh, walaupun begitu dialah sahabat yang paling dekat sama aku maklumla, aku satu kelas sama dia, kami juga sering ngobrol bareng,curhat tapi orangnya sering sakit-sakitan, bahkan dia pernah gak sadarkan diri karena sakitnya kambuh untunglah gak sampai serius sampai sekarangpun dia masi sering sakit-sakitan, hal itu yang membuat aku cemas dan inilah wanita yang membuat Elwiend kelepek-kelepek entah dia pake jurus apa yaaaa, karena setau aku jarang loohh wanita yang bisa membuat hati Elwiend luluh dan berlutut cinta kepadanya. Aniez atau mbak Aniez orangnya sabar kalau ngomong lembut banget kayak kapas, dia juga dewasa pokoknya baik deehhh. Fatmah biasa kami panggil dengan sebutan fate’ orangnya juga gak jauh bedalah dengan mbak Aniez yaaa kalau kami ngumpul-ngumpul terkadang dia kebanyakan diam saja, kalau ada masalah tidak mau ngomong-ngomong sama kami dia pendam sendiri, terkadang dia sedih dan bahkan sampai menangis entah mengapa. lain halnya dengan sahabtaku yang satu ini namanya Ruth Ramba aku tidak tau nama panjangnya aku taunya cuman paggil ruth, teman SMPnya siihhh panggilnya LIA entah dimana nyambungnya yaahh hehee:) orangnya sangat seru asyik, kalu sama dia bicara terus-menerus, bagaikan kereta Api yang gak punya rem, dia juga sedikit cengeng, manja itulah yang menjadi ciri kahasnya yang sampai saat ini gak bisa aku lupakan. Phypit atau lengkapnya Rosyida aku juga baru tau ternyata nama lengkapya Rosyida sewaktu didepan kelas ada guru yang panggil dengn nama itu trus dia menyaut, nama lengkapnya ternyata itu, dia orangnya juga baik,imut,lugu apalagi yaaa hmmmm sdikit cengeng juga siihhhhh tapi asyikk di ajak cerita yaa kadang juga aku gombal seperti sahabat-sahabatku yang lain. Alridah, dia sangat pendiam aku mulai akrab sama dia disaat kelas 3 dan sudah akhir-akhir sekolah, dianya kurang percaya diri makanya kalau aku lagi sama dia aku beri motifasi dan dorongan agar dia bisa percaya diri lagi Cayo cemangat laaahh Sobat. Irha sampai sekarang aku tidak tau nama lengkapnya syapa, Irha awalnya aku kenanya cuman dari Nhuy tapi lama kelamaan sering cerita jadinya akrab dehhh, orang asyik ditemanin ngobrol nyambung,dan juga asyik kalau sama dia banyak ketawanya. Allink Biasa kami panggil dengan sebutan Alteb ( alis tebal) dia sekolahnya di SMK Masamba dan sekelas dengan Elwiend, dia orangnya lumayan baiklah temen cerita dia biasa curhat tentang pacarnya hehehe kaya cewe saja yaaaa :) .Imma atau Nirmala aku tidak terlalu tau orangnya bagaimana ,maklumlah dia sekolah dipalopo makanya dia jarang ngumpul kalau kami lagi baut acara, yaahh paling-paling ngobrolya cuman lewat HP doang itu pun jarang maklumlah anak sekolah tidak boleh boros, dia baik dan juga asyik kalau di ajak bercanda . Anthy kami beri dia julukan Cebong, entah dari mana asalnya julukan tersebut aku juga gak tau pasti, dia orangnya aku gak tau karena aku jarang cerita sama dia, maklumlah dia kalau disekolah lebi banyak habisin waktu di dalam kelas atau bersama dengan teman-teman kelasnya, dia juga agak pendiam dan gak banyak bicara.
Terlalu banyak kenangan-kenangan bersama mereka diantaranya disaat kami mengadakan acara bakar ikan yang ikannya lebi mirip dengan Tokke hehee:) tepatnya di pinggir sungai Pandak , disinilah dimana kekompakan kami terlihat, setelah ikannya masak kami semua duduk bersama untuk makan dan sekalian mengambil gambar atau foto-foto di tambah dengan sambal buatan kami yang sangat menyengat lidah yang membuat kami berlinangan air mata hahaaaa, setelah selesai makan kami bergegas menuju sungai untuk mandi atau sekedar mencuci motor , yang serunya ketika kami mandi kami saling mengejar satu-sama lain dengan air untuk membuat teman-teman basah tetapi akunya sibuk merekam adegan mereka jadi tidak basa deehh, walaupun melelahkan tetepi sungguh sangatlah menyenangkan, dan juga ketika akhir-akhir sekolah aku mengajak sahabat dan teman-temanku makan rambutan di kebunku beramai-ramai ditambah dengan acara foto bareng hehee (Givoo) bukan rambutannya yang kami nikmati tetapi kebersamaan kami yang kami nikamati dimana sudah tidak lama lagi kami semua akan berpisah dan mencari kehidupan dan jalan masing-masing, dan masi banyak lagi kenangan-kenangan bersama mereka diantaranya ketika buat Simbole di rumah sahabat kami Nhuy, Buat batagor dirumahnya Imma yang juga merupakan peresmian BFC ( best friend comunity) yang dulunya BBC (best friend batagor comunity) hehehe lucu yaaahhh :), dan hal yang paling mengharukan ketika hari ulang tahun Nhuy dimana ada adegan yang Elwiend dan aku rencanakan yaitu aku yang mengambil peran untuk mengerjain Nhuy dengan sengaja marah-marah kepada dia, entahlah marahku pada saat itu kenapa,tapi Nhuy betul-betul mempercayainya sampai-sampai dia nangis bagimana tidak matanya yang kelihatan bengkak ketika terlihat di seolah, sebenarnya aku mau menyerah karena aku terlalu kasian dan tidak tega melihatnya tetapi karena sebuah sepraiss aku bertahan hingga hari yang telah kami tentukan, setelah tiga hari tibahlah saatnya , Elwiend dan aku berfikir apakah ini akan berhasil tadinya aku ragu tapi Elwiend yang penuh dengan optimismenya meyakinkan aku bahwa kita pasti bisa, tepatnya pada tanggal 17 Desembar 2011 jam, 01:30 aku dan Elwiend berangkat mengambil kue Tar yang terlebidahulu telah kami pesan dengan khusus dan membawanya ke rumah Mbak Aniez, karena kami mempunyai rencana untuk terlebidahulu salah satu teman kami yaitu Fatmah mengajak Nhuy keluar rumah, lalu setelah itu kami masuk kerumhnya dan mempersiapkan semuanya, Setelah Fatmah berhasil mengajak Nhuy keluar kami langsung bergegas memasuki rumahnya dan mempersiapkan smua bahan atau alat yang kami perlukan baik itu tepung , telur dan Air untuk kami lemparkan ke badannya , setelah selang waktu beberpa menit Nhuy pun datang dengan menutup pintu kami segerah siap-siap dengan tepung yang ada di tangan, ketika dia sudah membuka pintu kami melemparinya dengan air dan tepung terigu, dengan wajah yang kaget dan terharu dia tak menyangka semua ini akan terjadi, yang lebi membuat haru ketika sang pacar Elwiend keluar dari kamar dan dengan membawa kue Tar yang di iringi dengan gitar dan sebuah lagu, muncul dihadapannya Nhuy dengan wajah yang agak malu dan terharu sedikt meneteskan Air mata karena tidak menyangka semua ini akan terjadi, dia meniup lilin ulang tahunnya dengan senyum bahagia dan disertai dengan do’a yang dia panjadkan penuh hikmat, sebeanarnya dia tidak menyangka Elwiend akan datang dan membuat Sepraisss seperti ini karena elwiend kan pada saat itu berada dipalopo itupun merupakan sepraiss dari dia. jujur dalam hidupku baru pertama kali melihat acara ulang tahun seromantiss itu secara langsung, biasanya aku lihatnya di acara TV atau sinetron.
Hal yang juga menyenangkan yaitu ketika buat rujak dirumah Imma dan ketika makan bersama-sama di rumah Nhuy. yang tidak dapat aku lupakan dari rumahnya Nhuy yaitu suara Tokke yang bunyi terus-menerus entah dia tidak suka akan kedatangan aku atau entahlah mengapa, aku nyesel gak tanya sama tokkenya hehee :) maklumlah aku rutin hampir setiap minggu mengunjungi rumahnya bersama dengan Win-Winnya entah ketika Nhuy sakit ataupun sekedar jalan-jalan tetapi untuk Win Win karena dia rindu selalu dengan pujaan hatinya hehehe:) dan masi bnyak lagi kenagnangan-kenangan lainnya, karena banyaknya itulah tidak dapat aku tulis atau bingkai semua dalam cerita ini cukuplah hanya intinya yang memiliki kesan mendalam.
Setelah dengan banyaknya kenangan bersama mereka maka hal yang sangat menyedihkan dan mengharukanpun tiba, ketika selalesai ujian Nasional kamipu tidak perna membuat sesuatu acara lagi bagaiman mau buat ketemupun kami jarang, karena kami semua mungkin sibuk dengan persiapan menuju bangkuh kuliah dan memprsiapkan diri untuk menghadapi Tes SMPTN(Selaeksi mausuk perguruan tinggi negeri) tapi sayang setelah aku 1 sebulan di Makassar,setelah di Tes dan pengumuman, diantarakami banyak yang tidak lulus maka kami mencari keberuntungan ditempat lain, saat itu kami tidak pernah lagi ketemu dan ngumpul bareng lagi seperti dulu, semua sibuk yaa termasuk saya sibuk kesana kemari daftar tidak lulus-lulus.da peristiwa yang paling membuat kami sedih ketika salah satu sahabat kami yakni Nhuy memutuskan akan pergi ke Jawa tepatnya di bandung untuk menempuh pendidikan, dan hal itu yang membuat aku sedih dan juga menyesal, aku tidak bisa melihat dia dan menemani dia di saat-saat keberangkatannya ketika di saat sahabta-sahabtaku hadir disana dan menemani kesedihannya, aku tidak hadir disana aku sangatlah sedih dan terus menerus terpikir dan terbayang olehnya bukan waktu yang singkat bagiku untuk melihat dan bertmu dia kembali, apalagi dia adalah sahabat yang paling dekat denganku. sekarang waktu telah berjalan kami semua telah menemui jalan masing-masing, dan kuharapkan kepada sahabta-sahabatku janganlah berubah, tetaplah menjadi yang dulu ketika kita ketawa bareng,bercanda bareng cerita bareng dll, janganlah lupakan hal itu dan janganlah lupakan kami dan prsahabatan kita kenaglah selalu, ingatlah kenangan dan perjuangan kita semua yang dulu hingga kita bisa seperti ini , dan di suatu saat nanti aku yakin kita semua akan bertemu kembali walaupun tidak seperti yang dulu lagi.
tetap optimis sobat jangan menyerah kebahagianmu adalah kebahagiaan kami juga , sedihmu adalah kesediahan kami juga , dukamu adalah duka kami juga, kami akan selalu dibelakangmu mendukungmu di setiap langkahmu percayalah sobat. walaupun mungkin apabila nanti ada di antara kita yang akan meninggalkan dunia ini yakinlah sobat itu bukan akhir cerita kita, jika suatu saat nanti aku mati jangan sedih Sobat jalanmu masi panjang, aku hanya berharap, kalian akan selalu mengenang dan mengingat aku dan persahabtan kita sampai kita semua akan bertemu kembali di kehidupan berikutnya,,, di Syurga Allah AMIIIINNNN…
Kisah Sedih Akan Persahabatan
"Sahabat Terbaik"
"Persahabatan bukan hanya sekedar kata,
yang ditulis pada sehelai kertas tak bermakna,
tapi persahabatan merupakan sebuah ikatan suci,
yang ditoreh diatas dua hati,
ditulis dengan tinta kasih sayang,
dan suatu saat akan dihapus dengan tetesan darah dan mungkin nyawa"..
**
“Key… sini dech cepetan, aku ada sesuatu buat kamu”, panggil Nayra suatu sore.
“Iya, sebentar, sabar dikit kenapa sich?, kamu kan tau aku gak bisa melihat”, jawab seorang gadis yang dipanggil Key dari balik pintu.
Keynaya Wulandari, begitulah nama gadis tadi, meskipun lahir dengan keterbatasan fisik, dia tidak pernah mengeluh, semangatnya menjalani bahtera hidup tak pernah padam. Lahir dengan kondisi buta, tidak membuatnya berkecil hati, secara fisik matanya tidak bisa melihat warna-warni dunia, tapi mata hatinya bisa melihat jauh ke dalam kehidupan seseorang. Mempunyai hoby melukis sejak kecil, dengan keterbatasannya, Key selalu mengasah bakatnya. Tak pernah sedikitpun dia menyerah.
Duduk di bangku kelas XII di sebuah Sekolah Luar Biasa di kotanya, Keynaya tidak pernah absen meraih peringkat dikelas, bahkan guru-gurunya termotivasi dengan sifat pantang menyerah Key. Sejak baru berusia 3 tahun, Keynaya sudah bersahabat dengan anak tetangganya yang bernama Nayra Amrita, Nayra anak seorang direktur bank swasta di kota mereka. Nayra cantik, pinter dan secara fisik Nayra kelihatan sempurna.
***
Seperti sore ini, Nayra sudah nangkring di rumah Key. Dia berbincang-bincang dengan Key, sambil menemani sahabatnya itu melukis.
“Key, lukisan kamu bagus banget, nanti kamu ngadain pameran tunggal ya, biar semua orang tau bakat kamu”, kata Nayra membuka pembicaraan.
“Hah”, Key mendesah pelan lalu mulai bicara, “Seandainya aku bisa Nay, pasti sudah aku lakukan, tapi apa daya, aku ini gak sempurna, seandainya aku mendapat donor kornea, dan aku bisa melihat, mungkin aku bahagia dan akan mengadakan pameran lukisan-lukisanku ini” ucap Keynaya dengan kepedihan.
“Suatu hari nanti Tuhan akan memberikan anugrahnya kepadamu, sahabat, pasti akan ada yang mendonorkan korneanya untuk seorang anak sebaik kamu,” timpal Nayra akhirnya.
Berbeda secara fisik, tidak pernah menjadi halangan di dalam jalinan persahabatan antara Nayra dan Keynaya, kemana pun Nayra pergi, dia selalu mengajak Key, kecuali sekolah tentunya, karena sekolah mereka berdua kan berbeda.
Sedang asik-asiknya dua sahabat ini bersenda gurau, tiba-tiba saja Nayra mengeluh,
“aduuh, kepala ku”
“Kamu kenapa Nay, sakit??” tanya Keynaya.
“Oh, ngga aku gak apa-apa Key, Cuma sedikit pusing saja”, ucap Nayra sambil tersenyum.
“Minum obat ya Nay, aku gak mau kamu kenapa-napa, nada bicara Key terdengar begitu khawatir.
“aku ijin pulang dulu ya Key, mau minum obat” ujar Nayra sambil berpamitan pulang.
Di kamarnya yang terkesan sangat elegan, nuansa coklat mendominasi di setiap sudut ruangan, Nayra terduduk lemas di atas ranjangnya,
“Ya Tuhan, berapa lama lagi usiaku di dunia ini?? Berapa lama lagi malaikatmu akan menjemputku untuk menghadapmu?” erang hati Nayra.
Di vonis menderita leukimia sejak 7 bulan lalu dan tidak akan berumur lama lagi sungguh menyakitkan bagi Nayra, usianya yang baru 18 tahun, dengan segudang cita-cita yang dia inginkan, sudah pasti tak satupun akan terwujud.
***
Pintu kamar Nayra tiba-tiba terbuka, seorang wanita cantik paruh baya masuk lalu duduk disampingnya.
“Gimana rasanya sayang? Masih gak enak?? Kita ke dokter sekarang yuk!!!” ujar wanita itu dengan lembutnya.
“ngga usah, ma, aku sudah enakan kok, aku cuma mau beristirahat saja”, jawab Nayra dengan sopan.
“ya sudah kalau begitu, mama tinggal dulu ya, istirahat ya, Nak,” ujar sang mama sambil mencium kening putri semata wayangnya.
“Makasih ma, aku selalu sayang mama,” lirih Nayra berujar.
Terus terang Nayra sudah tidak kuat menahan rasa sakitnya, tapi dia berusaha menyembunyikan itu dari orang tuanya.
Di ruang keluarga, ibu Rita, duduk sambil menemani sang suami sepulangnya dari kantor,
“Ma, Nayra kemana?? Kok papa gak melihatnya dari tadi?” tanya sang suami.
“Nayra lagi istirahat pa, dia pusing dan mengeluh sakit dari tadi”, jawab Rita.
“Sakit apa sebenarnya anak kita ma?? Kalau kita ajak ke dokter dia selalu menolak, papa rasa ada yang dia sembunyikan dari kita, aku takut penyakitnya parah,” dengan nada khawatir pak Artawan bicara dengan istrinya.
“entahlah pa, mama juga bingung” ujar istrinya lagi.
***
Ternyata sakit yang dirasakan Nayra sore itu adalah pertanda dia akan segera di panggil menghadap Tuhan, saat minta ijin untuk istirahat pada mamanya, kesehatan Nayra benar-benar drop, dengan panik kedua orang tua Nayra melarikan putrinya ke rumah sakit, setelah mendapat penanganan oleh tim dokter, Nayra sedikit terlihat tenang, namun mukanya terlihat pucat, sinar matanya terlihat begitu redup.
“Pak Artawan, bisa kita bicara sebentar di ruangan saya”, kata dokter Gunawan, yang juga merupakan dokter pribadi keluarga Artawan.
“Baiklah dok, “ sambut pa Artawan.
Setelah pak Artawan dan ibu Rita duduk di ruangan dokter Gunawan, mereka akhirnya mulai bicara,
“Maafkan saya sebelumnya pak, sebenarnya saya sudah tau penyakit yang diderita putri bapak sejak 7 bulan lalu, tapi karena putri bapak menyuruh saya merahasiakan penyakitnya kepada bapak dan ibu, saya gak bisa berbuat apa-apa. Putri bapak terkena leukimia,” ujar dokter Gunawan lirih.
Cukup lirih memang kata-kata dokter Gunawan, tapi mampu membuat jantung pak Artawan dan istrinya berdetak lebih cepat dari biasanya,
“Apa?? Leukemia? Separah apa dok??” keras nada suara pak Artawan.
“sudah parah pak, umur Nayra tidak akan lama” sambung dokter kembali.
Setelah berbicara lama dengan dokter, air mata tak pernah berhenti mengalir di pipi Rita. Dia begitu terpukul mendengar putrinya menderita penyakit itu.
“udah, ma, jangan nangis terus, pengobatan Nayra akan diusahakan, kita akan mengusahakan kesembuhannya, lebih baik kita berdoa, semoga Tuhan memberikan jalan terbaik buat keluarga kita”, hibur pak Artawan.
“mari kita tengok Nayra!!” ajaknya lagi.
Memasuki ruangan perawatan, ibu Rita berusaha menyembunyikan air matanya, dia tersenyum penuh kepedihan di samping ranjang putrinya,
“Mama, kenapa? Kok sedih begitu?” ujar Nayra lirih.
“Gak apa-apa sayang”, berbisik ibu Rita tak kuasa menahan air matanya.
“Maafkan Nayra, Ma, Pa, Nayra tak bermaksud membuat Mama dan Papa terluka seperti ini, Nayra hanya tak ingin menyusahkan kalian” Nayra berkata dengan terbata-bata.
Belum ada beberapa menit pak Artawan dan ibu Rita di kamar putrinya, tiba-tiba Nayra kejang-kejang. Dengan panik pak Artawan memanggil dokter Gunawan. Dokter Gunawan menangani Nayra lumayan lama, hingga akhirnya dokter Gunawan keluar, muka beliau kelihatan sangat sedih.
“Bagaimana anak saya, dok?” tanya pak Artawan.
“Maaf pak, kami disini sudah berusaha yang terbaik, tapi Tuhan berkehendak lain, Nayra sudah dipanggil menghadapNya” ucap dokter.
“Tidaaaaaaaaaaaaaaaaaakkk”, teriak ibu Rita isteris,“ Nayra tidak mungkin meninggal, Nayra masih hidup,” seluruh pengunjung rumah sakit menoleh ke arah mereka.
“Pak, sebelum meninggal, Nayra menitipkan ini ke saya, ini buat bapak dan ibu” imbuh dokter Gunawan sebelum mohon diri.
Sepeninggal Dokter Gunawan, pak Artawan dan istrinya membuka amplop kecil dari Nayra, isinya ternyata surat.
“Mama, papa, maafin Nayra sudah membuat mama dan papa jadi sedih, Nayra mohon sama mama dan papa, setelah Nayra meninggal, tolong berikan kornea mata Nay untuk Keynaya, tapi jangan bilang itu dari Nayra sebelum Keynaya benar-benar operasi dan bisa melihat lagi, dan satu lagi, mama tolong kasih Keynaya surat yang Nayra simpan di laci meja belajar Nayra yang amplopnya berwarna pink setelah Keynaya melihat nanti, dan surat buat mama dan papa ada di dalam amplop biru di laci yang sama. Sekian dulu Mama, papa, maaf kalau Nayra selalu ngerepotin kalian, Nayra sayang kalian, big kis & hug.. muacch”..
Nayra Amrita
Selain sepucuk surat itu, ada lagi sebuah surat pernyataan pendonoran kornea mata yang telah lengkap dengan tanda tangan Nayra. Hati orang tua Nayra tersayat, tapi tak ada yang bisa mereka lakukan selain memenuhi permintaan terakhir sang anak.
***
Sementara itu, di rumah Keynaya, tampak gadis cantik itu tengah duduk seorang diri di teras rumahnya. Wajahnya tampak sedikit murung,
“kemana si Nayra, sudah lebih dari 5 hari dia gak main ke sini, apa dia baik-baik saja?” gumamnya.
“Ma, Nayra pernah kesini gak dalam beberapa hari ini?” tanya Keynaya ke pada mamanya.
“Gak ada, Key, memang kenapa?” tanya sang mama.
“Gak apa-apa ma, aku ke rumah Nayra sebentar ya!!” Key meminta ijin ke mamanya.
Tapi diluar dugaan, mama Keynaya melarangnya pergi.
“Jangan Key, kita harus ke rumah sakit sekarang juga, tadi mama ditelepon sama pihak rumah sakit, katanya ada yang menyumbangkan korneanya khusus untuk kamu,” dengan tutur kata yang lembut mamanya menjelaskan.
“Yang bener, Ma? Key sudah dapat donor kornea?? Asik-asik, Key akan segera bisa melihat wajah Nayra, Key bisa segera menggelar pameran lukisan,” ucap Key berapi-api.
“Iya nak” jawab mamanya penuh kepedihan. “seandainya kamu tahu sayang, Nayra tak mungkin ada disamping kamu lagi, Nayra sudah tenang dialam sana, dan seandainya kamu tahu siapa orang yang mendonorkan korneanya untuk kamu” kata ibu Rasti dalam hati.
Waktu berjalan begitu cepat, operasi cangkok kornea sudah dilaksanakan dan sekarang adalah hari yang paling ditunggu-tunggu Keynaya, perban di matanya akan di buka, tim dokter beserta kedua orang tua Key sudah ada di ruangan Key. Sebelum perbannya di buka, Keynaya berujar,
“Ma, Pa, Nayra sudah datang?? Ku ingin sekali ada Nayra di sini pas aku bisa melihat”
“belum sayang, Nayra masih diluar kota” pedih rasanya hati ibu Rasti saat berujar.
Perban akhirnya di buka, samar-samar penglihatan Keynaya mulai melihat warna, melihat sosok kedua orang tuanya, dia tersenyum, semakin lama semakin jelas,
“Mama, papa aku bisa melihat kalian,” gembira sekali suara Keynaya.
***
Sudah 1 minggu semenjak Keynaya bisa melihat, hari ini dia memaksa ibunya agar diperbolehkan melihat Nayra, mengujungi Nayra,
“Kata mama Nayra sudah ada di rumah, berarti Key boleh main donk Ma, Key pingin ngajak Nayra jalan-jalan buat merayakan kesembuhan Key,”
“Iya, nak, mama sama papa temenin kamu ya!!”
Berbeda beberapa rumah antara Nayra dan Keynaya merupakan hal yang membahagiakan, tidak perlu capek-capek bermacet-macet ria di jalanan untuk mengunjunginya. Sesampai di rumah Nayra mereka disambut ramah oleh keluarga Nayra yang kebetulan lagi ada di rumah.
“Selamat sore tante Rita’” sapa Keynaya dengan senyum sumringah.
Setelah di persilahkan duduk dan menikmati hidangan ala kadarnya, Keynaya menanyakan keberadaan sahabat karibnya,
“mana Nayranya tante?? Kok gak kelihatan ada di rumah?”
“Nayranya… Nayra.. Nayra..” dengan terbata-bata ibu Rita menjawab.
“Nayra kenapa tante, kemana?? Nayra tidak apa-apa kan?” bertubi-tubi Keynaya bertanya.
Ibu Rita tak kuasa menjawab, beliau meninggalkan tamunya di ruang tamu dan berlari naik ke kamar Nayra, mengambil sepucuk surat yang dititipkan Nayra untuk Keynaya. Ibu Rita kembali ke ruang tamu dengan sepucuk surat di tangan,
“ini dari Nayra untuk kamu” ujarnya berlinang air mata kepada Keynaya.
Dengan tangan gemetar Keynaya membuka amplop berwarna pink yang cantik itu, ada pita pink juga di sudut amplonya.
Dear Keynaya
“Keynaya sayang, sahabatku yang paling baik, apa kabar hari ini?? Baik-baik sajakah?? Sehat-sehat?? Semoga sehat ya!! Key, saat kau membaca surat dari aku ini, mungkin aku sudah tak ada lagi di dunia ini, tak ada di samping kamu, tak bisa menemani kamu bermain, bercanda dan tertawa, maafkan aku ya Key.
Key sayang, sebenarnya aku ingin sekali cerita ke kamu tentang penyakitku, tapi aku takut membuat kamu kepikiran terus, takut buat kamu gelisah. Sebenarnya aku terkena penyakit leukemia, Key dan umurku tidak akan lama lagi.
Key sayang, meskipun aku telah pergi dari sisi kamu, tapi rasa sayang aku ke kamu tak akan pernah berubah, kamu sahabat terbaik di hidupku, kamu tempatku berkeluh kesah, tempatku menumpahkan suka dan duka. Key, ku tahu saat kau membaca ini, kau sudah bisa melihat indahnya dunia, sengaja ku berikan mataku untuk kamu Key, hanya itu yang bisa aku berikan, jaga mata itu seperti kau menjaga persahabatan kita.
Segitu dulu Key, maafkan aku karena harus pergi meninggalkanmu, terima kasih karena sudah memberikan aku arti selama hidup di dunia. Sampai ketemu suatu saat nanti Key, aku sayang kamu sahabatku.
Kiss and big hug my lovely friend, my best friend in my life….muaaachh…
Dariku yang selalu menyayangimu
Nayra Amrita
Air mata mengalir deras di pipi Keynaya,
“ini tidak mungkin” katanya lirih. Dia menangis sejadi-jadinya. Dia benar-benar tak percaya, sahabatnya sudah kembali ke pangkuan Tuhan, Keynaya menatap selembar foto yang juga ada di dalam amplop surat tadi, foto Nayra tersenyum manis ke arahnya, mata Nayra yang teduh, sekarang ada padanya. Keynaya meminta agar kedua orang tua Nayra mengantarnya ke kuburan.
Lumayan jauh dari rumah Nayra, kaki Keynaya lemah, tapi dia berusaha mengikuti langkah kaki orang tuanya dan orang tua Nayra ke sebuah makan yang begitu tertata rapi, taburan bunga masih segar, tanah pekuburannya juga masih basah.
Sebuah Nisan yang begitu cantik dihadapan Keynaya, membuatnya semakin terluka, jelas tersurat di batu nisan berwarna putih itu nama sahabat karibnya.
“Nayra Amrita Artawan”
Lahir 8 Januari 1994
Wafat 14 April 2011
Berjongkok Keynaya membelai nisan itu, gerimis turun membasahi nisan, semakin lama semakin deras, sederas airmata yang jatuh di pipi Keynaya,
“kenapa secepat ini kau tinggalkan aku, Nay?? Tega kamu?? Meninggalkan aku seorang diri disini.” Nayra, terima kasih sayang, kau telah memberikan aku sepasang mata untuk melihat dunia ini, terima kasih karena telah mengajariku tentang ketulusan sebuah persahabatan, terima kasih atas senyum termanis yang pernah kau hadirkan di hidupku” ucap Keynaya sambil terisak lirih di atas nisan.
Tangan lembut ibu Rasti terulur ke arah putrinya,
“Bangun Key, sudah, ikhlaskan saja Nayra, dia sudah tenang di sana, dia sudah berada di pangkuan Tuhan, yang harus kamu tahu, Nayra tak pernah ingin kamu cengeng, kamu harus tetap semangat menjalani hidup kamu,” bimbing ibu Rasti.
“iya ma, terima kasih, aku hanya sedih saja, tapi aku janji gak akan cengeng lagi setelah hari ini”, kata keynaya.
***
"Persahabatan bukan hanya sekedar kata,
yang ditulis pada sehelai kertas tak bermakna,
tapi persahabatan merupakan sebuah ikatan suci,
yang ditoreh diatas dua hati,
ditulis dengan tinta kasih sayang,
dan suatu saat akan dihapus dengan tetesan darah dan mungkin nyawa"..
**
“Key… sini dech cepetan, aku ada sesuatu buat kamu”, panggil Nayra suatu sore.
“Iya, sebentar, sabar dikit kenapa sich?, kamu kan tau aku gak bisa melihat”, jawab seorang gadis yang dipanggil Key dari balik pintu.
Keynaya Wulandari, begitulah nama gadis tadi, meskipun lahir dengan keterbatasan fisik, dia tidak pernah mengeluh, semangatnya menjalani bahtera hidup tak pernah padam. Lahir dengan kondisi buta, tidak membuatnya berkecil hati, secara fisik matanya tidak bisa melihat warna-warni dunia, tapi mata hatinya bisa melihat jauh ke dalam kehidupan seseorang. Mempunyai hoby melukis sejak kecil, dengan keterbatasannya, Key selalu mengasah bakatnya. Tak pernah sedikitpun dia menyerah.
Duduk di bangku kelas XII di sebuah Sekolah Luar Biasa di kotanya, Keynaya tidak pernah absen meraih peringkat dikelas, bahkan guru-gurunya termotivasi dengan sifat pantang menyerah Key. Sejak baru berusia 3 tahun, Keynaya sudah bersahabat dengan anak tetangganya yang bernama Nayra Amrita, Nayra anak seorang direktur bank swasta di kota mereka. Nayra cantik, pinter dan secara fisik Nayra kelihatan sempurna.
***
Seperti sore ini, Nayra sudah nangkring di rumah Key. Dia berbincang-bincang dengan Key, sambil menemani sahabatnya itu melukis.
“Key, lukisan kamu bagus banget, nanti kamu ngadain pameran tunggal ya, biar semua orang tau bakat kamu”, kata Nayra membuka pembicaraan.
“Hah”, Key mendesah pelan lalu mulai bicara, “Seandainya aku bisa Nay, pasti sudah aku lakukan, tapi apa daya, aku ini gak sempurna, seandainya aku mendapat donor kornea, dan aku bisa melihat, mungkin aku bahagia dan akan mengadakan pameran lukisan-lukisanku ini” ucap Keynaya dengan kepedihan.
“Suatu hari nanti Tuhan akan memberikan anugrahnya kepadamu, sahabat, pasti akan ada yang mendonorkan korneanya untuk seorang anak sebaik kamu,” timpal Nayra akhirnya.
Berbeda secara fisik, tidak pernah menjadi halangan di dalam jalinan persahabatan antara Nayra dan Keynaya, kemana pun Nayra pergi, dia selalu mengajak Key, kecuali sekolah tentunya, karena sekolah mereka berdua kan berbeda.
Sedang asik-asiknya dua sahabat ini bersenda gurau, tiba-tiba saja Nayra mengeluh,
“aduuh, kepala ku”
“Kamu kenapa Nay, sakit??” tanya Keynaya.
“Oh, ngga aku gak apa-apa Key, Cuma sedikit pusing saja”, ucap Nayra sambil tersenyum.
“Minum obat ya Nay, aku gak mau kamu kenapa-napa, nada bicara Key terdengar begitu khawatir.
“aku ijin pulang dulu ya Key, mau minum obat” ujar Nayra sambil berpamitan pulang.
Di kamarnya yang terkesan sangat elegan, nuansa coklat mendominasi di setiap sudut ruangan, Nayra terduduk lemas di atas ranjangnya,
“Ya Tuhan, berapa lama lagi usiaku di dunia ini?? Berapa lama lagi malaikatmu akan menjemputku untuk menghadapmu?” erang hati Nayra.
Di vonis menderita leukimia sejak 7 bulan lalu dan tidak akan berumur lama lagi sungguh menyakitkan bagi Nayra, usianya yang baru 18 tahun, dengan segudang cita-cita yang dia inginkan, sudah pasti tak satupun akan terwujud.
***
Pintu kamar Nayra tiba-tiba terbuka, seorang wanita cantik paruh baya masuk lalu duduk disampingnya.
“Gimana rasanya sayang? Masih gak enak?? Kita ke dokter sekarang yuk!!!” ujar wanita itu dengan lembutnya.
“ngga usah, ma, aku sudah enakan kok, aku cuma mau beristirahat saja”, jawab Nayra dengan sopan.
“ya sudah kalau begitu, mama tinggal dulu ya, istirahat ya, Nak,” ujar sang mama sambil mencium kening putri semata wayangnya.
“Makasih ma, aku selalu sayang mama,” lirih Nayra berujar.
Terus terang Nayra sudah tidak kuat menahan rasa sakitnya, tapi dia berusaha menyembunyikan itu dari orang tuanya.
Di ruang keluarga, ibu Rita, duduk sambil menemani sang suami sepulangnya dari kantor,
“Ma, Nayra kemana?? Kok papa gak melihatnya dari tadi?” tanya sang suami.
“Nayra lagi istirahat pa, dia pusing dan mengeluh sakit dari tadi”, jawab Rita.
“Sakit apa sebenarnya anak kita ma?? Kalau kita ajak ke dokter dia selalu menolak, papa rasa ada yang dia sembunyikan dari kita, aku takut penyakitnya parah,” dengan nada khawatir pak Artawan bicara dengan istrinya.
“entahlah pa, mama juga bingung” ujar istrinya lagi.
***
Ternyata sakit yang dirasakan Nayra sore itu adalah pertanda dia akan segera di panggil menghadap Tuhan, saat minta ijin untuk istirahat pada mamanya, kesehatan Nayra benar-benar drop, dengan panik kedua orang tua Nayra melarikan putrinya ke rumah sakit, setelah mendapat penanganan oleh tim dokter, Nayra sedikit terlihat tenang, namun mukanya terlihat pucat, sinar matanya terlihat begitu redup.
“Pak Artawan, bisa kita bicara sebentar di ruangan saya”, kata dokter Gunawan, yang juga merupakan dokter pribadi keluarga Artawan.
“Baiklah dok, “ sambut pa Artawan.
Setelah pak Artawan dan ibu Rita duduk di ruangan dokter Gunawan, mereka akhirnya mulai bicara,
“Maafkan saya sebelumnya pak, sebenarnya saya sudah tau penyakit yang diderita putri bapak sejak 7 bulan lalu, tapi karena putri bapak menyuruh saya merahasiakan penyakitnya kepada bapak dan ibu, saya gak bisa berbuat apa-apa. Putri bapak terkena leukimia,” ujar dokter Gunawan lirih.
Cukup lirih memang kata-kata dokter Gunawan, tapi mampu membuat jantung pak Artawan dan istrinya berdetak lebih cepat dari biasanya,
“Apa?? Leukemia? Separah apa dok??” keras nada suara pak Artawan.
“sudah parah pak, umur Nayra tidak akan lama” sambung dokter kembali.
Setelah berbicara lama dengan dokter, air mata tak pernah berhenti mengalir di pipi Rita. Dia begitu terpukul mendengar putrinya menderita penyakit itu.
“udah, ma, jangan nangis terus, pengobatan Nayra akan diusahakan, kita akan mengusahakan kesembuhannya, lebih baik kita berdoa, semoga Tuhan memberikan jalan terbaik buat keluarga kita”, hibur pak Artawan.
“mari kita tengok Nayra!!” ajaknya lagi.
Memasuki ruangan perawatan, ibu Rita berusaha menyembunyikan air matanya, dia tersenyum penuh kepedihan di samping ranjang putrinya,
“Mama, kenapa? Kok sedih begitu?” ujar Nayra lirih.
“Gak apa-apa sayang”, berbisik ibu Rita tak kuasa menahan air matanya.
“Maafkan Nayra, Ma, Pa, Nayra tak bermaksud membuat Mama dan Papa terluka seperti ini, Nayra hanya tak ingin menyusahkan kalian” Nayra berkata dengan terbata-bata.
Belum ada beberapa menit pak Artawan dan ibu Rita di kamar putrinya, tiba-tiba Nayra kejang-kejang. Dengan panik pak Artawan memanggil dokter Gunawan. Dokter Gunawan menangani Nayra lumayan lama, hingga akhirnya dokter Gunawan keluar, muka beliau kelihatan sangat sedih.
“Bagaimana anak saya, dok?” tanya pak Artawan.
“Maaf pak, kami disini sudah berusaha yang terbaik, tapi Tuhan berkehendak lain, Nayra sudah dipanggil menghadapNya” ucap dokter.
“Tidaaaaaaaaaaaaaaaaaakkk”, teriak ibu Rita isteris,“ Nayra tidak mungkin meninggal, Nayra masih hidup,” seluruh pengunjung rumah sakit menoleh ke arah mereka.
“Pak, sebelum meninggal, Nayra menitipkan ini ke saya, ini buat bapak dan ibu” imbuh dokter Gunawan sebelum mohon diri.
Sepeninggal Dokter Gunawan, pak Artawan dan istrinya membuka amplop kecil dari Nayra, isinya ternyata surat.
“Mama, papa, maafin Nayra sudah membuat mama dan papa jadi sedih, Nayra mohon sama mama dan papa, setelah Nayra meninggal, tolong berikan kornea mata Nay untuk Keynaya, tapi jangan bilang itu dari Nayra sebelum Keynaya benar-benar operasi dan bisa melihat lagi, dan satu lagi, mama tolong kasih Keynaya surat yang Nayra simpan di laci meja belajar Nayra yang amplopnya berwarna pink setelah Keynaya melihat nanti, dan surat buat mama dan papa ada di dalam amplop biru di laci yang sama. Sekian dulu Mama, papa, maaf kalau Nayra selalu ngerepotin kalian, Nayra sayang kalian, big kis & hug.. muacch”..
Nayra Amrita
Selain sepucuk surat itu, ada lagi sebuah surat pernyataan pendonoran kornea mata yang telah lengkap dengan tanda tangan Nayra. Hati orang tua Nayra tersayat, tapi tak ada yang bisa mereka lakukan selain memenuhi permintaan terakhir sang anak.
***
Sementara itu, di rumah Keynaya, tampak gadis cantik itu tengah duduk seorang diri di teras rumahnya. Wajahnya tampak sedikit murung,
“kemana si Nayra, sudah lebih dari 5 hari dia gak main ke sini, apa dia baik-baik saja?” gumamnya.
“Ma, Nayra pernah kesini gak dalam beberapa hari ini?” tanya Keynaya ke pada mamanya.
“Gak ada, Key, memang kenapa?” tanya sang mama.
“Gak apa-apa ma, aku ke rumah Nayra sebentar ya!!” Key meminta ijin ke mamanya.
Tapi diluar dugaan, mama Keynaya melarangnya pergi.
“Jangan Key, kita harus ke rumah sakit sekarang juga, tadi mama ditelepon sama pihak rumah sakit, katanya ada yang menyumbangkan korneanya khusus untuk kamu,” dengan tutur kata yang lembut mamanya menjelaskan.
“Yang bener, Ma? Key sudah dapat donor kornea?? Asik-asik, Key akan segera bisa melihat wajah Nayra, Key bisa segera menggelar pameran lukisan,” ucap Key berapi-api.
“Iya nak” jawab mamanya penuh kepedihan. “seandainya kamu tahu sayang, Nayra tak mungkin ada disamping kamu lagi, Nayra sudah tenang dialam sana, dan seandainya kamu tahu siapa orang yang mendonorkan korneanya untuk kamu” kata ibu Rasti dalam hati.
Waktu berjalan begitu cepat, operasi cangkok kornea sudah dilaksanakan dan sekarang adalah hari yang paling ditunggu-tunggu Keynaya, perban di matanya akan di buka, tim dokter beserta kedua orang tua Key sudah ada di ruangan Key. Sebelum perbannya di buka, Keynaya berujar,
“Ma, Pa, Nayra sudah datang?? Ku ingin sekali ada Nayra di sini pas aku bisa melihat”
“belum sayang, Nayra masih diluar kota” pedih rasanya hati ibu Rasti saat berujar.
Perban akhirnya di buka, samar-samar penglihatan Keynaya mulai melihat warna, melihat sosok kedua orang tuanya, dia tersenyum, semakin lama semakin jelas,
“Mama, papa aku bisa melihat kalian,” gembira sekali suara Keynaya.
***
Sudah 1 minggu semenjak Keynaya bisa melihat, hari ini dia memaksa ibunya agar diperbolehkan melihat Nayra, mengujungi Nayra,
“Kata mama Nayra sudah ada di rumah, berarti Key boleh main donk Ma, Key pingin ngajak Nayra jalan-jalan buat merayakan kesembuhan Key,”
“Iya, nak, mama sama papa temenin kamu ya!!”
Berbeda beberapa rumah antara Nayra dan Keynaya merupakan hal yang membahagiakan, tidak perlu capek-capek bermacet-macet ria di jalanan untuk mengunjunginya. Sesampai di rumah Nayra mereka disambut ramah oleh keluarga Nayra yang kebetulan lagi ada di rumah.
“Selamat sore tante Rita’” sapa Keynaya dengan senyum sumringah.
Setelah di persilahkan duduk dan menikmati hidangan ala kadarnya, Keynaya menanyakan keberadaan sahabat karibnya,
“mana Nayranya tante?? Kok gak kelihatan ada di rumah?”
“Nayranya… Nayra.. Nayra..” dengan terbata-bata ibu Rita menjawab.
“Nayra kenapa tante, kemana?? Nayra tidak apa-apa kan?” bertubi-tubi Keynaya bertanya.
Ibu Rita tak kuasa menjawab, beliau meninggalkan tamunya di ruang tamu dan berlari naik ke kamar Nayra, mengambil sepucuk surat yang dititipkan Nayra untuk Keynaya. Ibu Rita kembali ke ruang tamu dengan sepucuk surat di tangan,
“ini dari Nayra untuk kamu” ujarnya berlinang air mata kepada Keynaya.
Dengan tangan gemetar Keynaya membuka amplop berwarna pink yang cantik itu, ada pita pink juga di sudut amplonya.
Dear Keynaya
“Keynaya sayang, sahabatku yang paling baik, apa kabar hari ini?? Baik-baik sajakah?? Sehat-sehat?? Semoga sehat ya!! Key, saat kau membaca surat dari aku ini, mungkin aku sudah tak ada lagi di dunia ini, tak ada di samping kamu, tak bisa menemani kamu bermain, bercanda dan tertawa, maafkan aku ya Key.
Key sayang, sebenarnya aku ingin sekali cerita ke kamu tentang penyakitku, tapi aku takut membuat kamu kepikiran terus, takut buat kamu gelisah. Sebenarnya aku terkena penyakit leukemia, Key dan umurku tidak akan lama lagi.
Key sayang, meskipun aku telah pergi dari sisi kamu, tapi rasa sayang aku ke kamu tak akan pernah berubah, kamu sahabat terbaik di hidupku, kamu tempatku berkeluh kesah, tempatku menumpahkan suka dan duka. Key, ku tahu saat kau membaca ini, kau sudah bisa melihat indahnya dunia, sengaja ku berikan mataku untuk kamu Key, hanya itu yang bisa aku berikan, jaga mata itu seperti kau menjaga persahabatan kita.
Segitu dulu Key, maafkan aku karena harus pergi meninggalkanmu, terima kasih karena sudah memberikan aku arti selama hidup di dunia. Sampai ketemu suatu saat nanti Key, aku sayang kamu sahabatku.
Kiss and big hug my lovely friend, my best friend in my life….muaaachh…
Dariku yang selalu menyayangimu
Nayra Amrita
Air mata mengalir deras di pipi Keynaya,
“ini tidak mungkin” katanya lirih. Dia menangis sejadi-jadinya. Dia benar-benar tak percaya, sahabatnya sudah kembali ke pangkuan Tuhan, Keynaya menatap selembar foto yang juga ada di dalam amplop surat tadi, foto Nayra tersenyum manis ke arahnya, mata Nayra yang teduh, sekarang ada padanya. Keynaya meminta agar kedua orang tua Nayra mengantarnya ke kuburan.
Lumayan jauh dari rumah Nayra, kaki Keynaya lemah, tapi dia berusaha mengikuti langkah kaki orang tuanya dan orang tua Nayra ke sebuah makan yang begitu tertata rapi, taburan bunga masih segar, tanah pekuburannya juga masih basah.
Sebuah Nisan yang begitu cantik dihadapan Keynaya, membuatnya semakin terluka, jelas tersurat di batu nisan berwarna putih itu nama sahabat karibnya.
“Nayra Amrita Artawan”
Lahir 8 Januari 1994
Wafat 14 April 2011
Berjongkok Keynaya membelai nisan itu, gerimis turun membasahi nisan, semakin lama semakin deras, sederas airmata yang jatuh di pipi Keynaya,
“kenapa secepat ini kau tinggalkan aku, Nay?? Tega kamu?? Meninggalkan aku seorang diri disini.” Nayra, terima kasih sayang, kau telah memberikan aku sepasang mata untuk melihat dunia ini, terima kasih karena telah mengajariku tentang ketulusan sebuah persahabatan, terima kasih atas senyum termanis yang pernah kau hadirkan di hidupku” ucap Keynaya sambil terisak lirih di atas nisan.
Tangan lembut ibu Rasti terulur ke arah putrinya,
“Bangun Key, sudah, ikhlaskan saja Nayra, dia sudah tenang di sana, dia sudah berada di pangkuan Tuhan, yang harus kamu tahu, Nayra tak pernah ingin kamu cengeng, kamu harus tetap semangat menjalani hidup kamu,” bimbing ibu Rasti.
“iya ma, terima kasih, aku hanya sedih saja, tapi aku janji gak akan cengeng lagi setelah hari ini”, kata keynaya.
***
Kamis, 11 Juli 2013
CONTOH CERPEN
Sahabatku-Peter
” Sahabat adalah permata di
hati sedangkan kekasih adalah perhiasan yang hanya sesaat di hati. Aku menantimu untuk hadir dalam kehidupanku”
Aku dan peter, besar bersama-sama. Sejak kecil kami
tinggal di rumah yang tak berjauhan. Bermain bola bersama dan menangis bersama
saat di ganggu oleh anak-anak nakal di jalan. Bagiku, peter itu kakak karena
umurnya lebih dewasa dari aku setahun. Kami tumbuh dan sekolah di tempat yang
sama, lucunya walau dia setahun lebih tua dariku, dia lebih memilih ingin satu
kelas denganku. Harus aku akui aku lebih pintar daripadanya.Padahal awalnya
kami berbeda satu tingkat, dia tidak peduli ledekan teman-teman yang bilang dia
bodoh. Ketika aku tanya,
“ Kamu ga malu peter? Tidak naik naik kelas, sekelas
sama aku?”
“ Ngapain mesti malu, Tomy? Aku malah sengaja tidak
naik kelas, habis teman-temanku tidak ada yang se-asyik kamu.”
Harusnya aku akui, peter memang berbakat dibidang
olahraga kebanding aku, kami saling berbagi, kalau PR dari guru kami sulit, dia
kadang menyontek padaku, tapi kalau aku butuh bantuan dia untuk bermain Bola
dia selalu membantuku. Karena dia memang berbakat di bidang itu, aku tidak
terlalu bisa berolahraga dengan lama karena entah mengapa aku selalu lelah
sendiri. Kami melewatkan
banyak hal dan masa puber bersama. Tapi tidak pernah
diantara kami jatuh cinta pada wanita cantik, mungkin karena anak-anak
perempuan di sekolah kami ini tidak menarik.
Yang kami ingat, kami suka banget dengan Britney
Spears dan tumbuh bersama lagu-lagunya.
Aku tau, saat ujian kelulusan bangku sekolah umum,
peter cemas, ia takut tidak lulus sekolah dan bisa melanjutkan kuliah, ia
mengandalkanku, aku berharap dia lulus karena kami bernjanji untuk melanjutkan
kuliah yang sama, tapi walaupun aku sudah membantunya dengan banyak hal,
nilainya tidak cukup untuk satu mata kuliah denganku, akhirnya walau kami satu
kampus, kami terpaksa berbeda jurusan, tapi kami selalu berangkat bersama.Ia
memiliki motor warisan dari ayahnya, walau kuliahku pagi dan dia siang, dia
rela mengantarku, mungkin kamilah sahabat yang paling sejati di dunia ini.
Begitu sebaliknya ketika ia pulang sore, aku akan menunggunya hingga pulang
untuk bersama-sama.
Suatu hari, saat aku sedang di perpustakaan. Aku
hendak meminjam sebuah buku untuk dibaca karena menunggu peter selesai kuliah,
saat aku sedang membaca buku, di dalam halaman kertas buku itu terselip sebuah
catatan yang membuatku sangat penasaran, sebuah tulisan,
Rasa penasaranku membuatku mencoba mencari alamat itu
di accout facebookku, aku tidak menyangka kalau nama BlackAngel adalah seorang
gadis cantik, aku rasa dia meminjam buku yang sedang ku baca ini dan akhirnya
aku mengirimkan pesan untuk mengatakan kalau aku menemukan kertas ini di buku “
Hadiah untuk menangkapku.”
Ia merespon balik email yang kukirim dan sejak itu aku
mulai dekat dengannya. Kami mulai berpikir untuk bertemu. Karena malu, aku
mengajak Peter untuk menemaniku bertemu dengannya. Aku tau, ibuku seorang janda
yang tidak terlalu kaya sehingga aku harus mengangkat perutku dalam-dalam agar
bisa terus kuliah, sedangkan peter, ia dari keluarga kaya dan ibunya menikah
lagi dengan pria yang membawa keluarga itu makmur setelah ayah peter meninggal.
Aku begitu malu saat bertemu BlackAngel, karena semua
pakaian terbaik hingga ongkos kami untuk makan dan minum dipinjamkan
Peter.Peter ikut dalam acara kencan kami, itu memang lucu, aku yang pemalu
malah membuat Peter yang banyak membuat lelucon untuk mencairkan suasana, tapi
aku senang akhirnya saat berpisah BlackAngel mengatakan sesuatu padaku dan
membuatku bahagia.
“ Hari ini, hari yang indah, aku bahagia loh bisa
jalan sama kamu.”
Aku melompat bahagia dan memeluk Peter karena
BlackAngel memang perempuan idamanku, Peter itu senang dengan kebahagiaanku dan
aku pun berharap ia mencari perempuan sehingga kelak bila aku sudah jadian
dengan BlackAngel maka dia bisa membawa pasangannya pula, tapi Peter malah
menjawab,
“ Aku bantu dulu kamu dapatkan BlackAngel, setelah itu
baru aku pikirkan pasanganku, yang penting kamu bahagia dulu.”
Peter, sahabatku membuatku terharu.Dan memang menjadi
kenyataan kalau pada akhirnya aku dan BlackAngel jadian aku merasa sangat
bahagia, tak lupa ungkapan terima kasih kepada Peter yang telah berkorban uang
untuk kencan kami selama ini. Ia hanya minta padaku ketika di hari
kebahagiaanku dan berharap aku tidak melupakan dia setelah sering bersama
BlackAngel. Tentu saja aku tidak akan meninggalkan dia, itu lah janji yang aku
ucapkan padanya.
Tapi ucapanku mungkin hanya seperti angin, entah mengapa
sejak bersama BlackAngel aku mulai sering melupakan dia, aku lebih sering
bersamaBlackAngel. Dan mungkin aku bersalah karena telah merepotkan Peter, aku
meminjam motor pribadinya ke kampus hanya untuk mengantarkan BlackAngel kuliah,
Peter sahabatku bahkan tidak protes, ia lebih memilih naik angkot untuk
melihatku bahagia.Aku masih ingat, saat itu hujan deras, besar sekali sehingga
aku dan Angel tidak bisa pulang di kampus.Peter, datang pada kami.
Karena tidak mungkin aku dan Angel naik motor dalam keadaan
hujan, aku memilih naik taksi dan meminta peter pulang membawa motor mengikuti
aku ke rumah BlackAngel, setelah itu kami pulang bersama-sama.Ongkos taksi yang
dipinjamkan olehnya membuat aku sampai di rumah Angel tanpa kedinginan dan
basah kuyub. Di rumah BlackAngel aku sedang asyik minum kopi hangat dan Peter
muncul dengan wajah kedinginan basah kuyup, tersenyum menatapku dengan hangat,
aku merasa berdosa saat itu melihat pengorbanan sahabatku.
****
Suatu hari, aku mengalami demam dan harus beristirahat
total. Aku tidak bisa kemana-mana dan hanya bisa tidur di rumah. Saat itu aku
meminta Peter untuk mengantarkan BlackAngel ke kuliah karena aku berhalangan,
dengan senang hati ia melakukannya. Tapi saat aku tawarkan ke BlackAngel, ia
menolak. Ia bilang bisa pergi sendiri, memang akhir-akhir ini BlackAngel sering
menolak ajakanku, mungkin dia marah dan aku tidak bisa menjemputnya pikirku.
Ternyata aku terkena demam berdarah dan harus
beristirahat di rumah sakit, Peter bolos kuliah untuk menjagaku, aku sudah
menyuruhnya untuk tidak melakukan itu, tapi ia lebih memilih untuk menjagaku.
BlackAngel hanya datang sekali padaku, ia bilang ia sedang mau ujian sehingga
tidak bisa menjengukku sering-sering.Aku bisa pahami semua itu, dengan peter di
sampingku setiap saat, aku merasa tidak kesepian.
Aku sedang duduk bersama Peter dan bertanya, mengapa
ia begitu baik padaku. Ia lalu bercerita padaku, saat tidak ada seorang pun
yang ingin main bersamanya di sekitar komplek rumah, semua berpikir kalau dia
itu aneh karena sifat tempramentelnya, orang tua melarang anak-anaknya untuk
bermain dengannya, akulah orang yang datang padanya dan mengajaknya bermain. Ia
tidak bisa bayangkan betapa sedihnya hatinya ketika teman-teman sekolah
mengucilkannya dan akhirnya ia memutuskan untuk sengaja tidak naik kelas agar
bisa bersamaku, itulah yang membuatnya berpikir akulah sahabat sejatinya.
Kalau dipikir-pikir benar juga, aku menghabiskan
separuh remajaku untuk Peter, aku tidak mungkin menolak berteman dengannya,
apalagi ibuku pernah bilang, saat ia kesulitan, ibu peter lah yang membantu
untuk meminjamkan uang. Tentu saja agar aku bisa sekolah. Kami tumbuh
bersama-sama hingga saat ini dan itulah persahabatan kami. Begitu dekat dan
saling menjaga, aku pun meledeknya untuk secepatnya mencari kekasih, dia hanya
tertawa dan bilang kalau saat ini sedang dekat dengan seorang gadis di kelasnya
tapi belum berpikir untuk ke hubungan serius.
Aku meledeknya dan berharap menembak sehingga kami
bisa bersama. Tiba-tiba malam itu aku jadi ingin makan ayam goreng kfc, peter
tau aku semingguan ini hanya makan bubur dan ia rela mencarikanya aku ayam kfc
walau dokter melarang, tapi demi aku, ia pun pergi melewati malam dan akhirnya
aku makan malam bersama, saat kembali wajahnya begitu tegang, aku pun bertanya
karena melihat sikapnya yang agak aneh dari biasanya,
“ kamu kenapa kok
aneh gitu kayaknya, abis liat setan ya?”
“ Nggak kok, aku ga kenapa-kenapa?”
“ Bohong, pasti sembuyikan sesuatu..”
“ Tomy, kamu yakin BlackAngel sedang belajar untuk
ujian?”
“ Yakinlah, dia barusan sms aku lagi belajar..”
“ ooo.. gitu ya.”
Kami pun melewatkan malam dengan hari itu dan seperti
melihat peter lain dari biasanya.
***
Aku tidak tau mengapa saat aku sembuh dan kuliah.
BlackANgel mulai menjauhiku, dengan perasaan bingung aku pun harus mencari
waktu meminta penjelasan mengapa ia selalu beralasan tidak ingin aku dekat
dengannya, padahal sebelumnya kami baik-baik saja. Aku pun bercerita kepada
Peter tentang sikap BlackAngel, ia malah memintaku untuk putus dengannya, tentu
saja aku marah, dia tidak memiliki alasan apapun untuk memintaku putus dengan
BlackAngel walau kita adalah teman baik,
“ BlackAngel itu bukan perempuan setia, sebaiknya kamu
tinggalin aja, “
“Kok kamu ngomong gitu, aku pikir kita sahabat baik,
ternyata kamu iri dengan kebahagiaanku, jangan menghina pacarku dengan kasar”
“Itu benar, aku melihatnya sendiri dia sama cowok
lain.”
“ Cukup, aku gak mau dengar,ini motor kamu, aku
balikin kuncinya, ternyata aku salah menilai kamu sebagai sahabat, aku lebih
tau BlackAngel dari siapapun, bukan kamu!!”
Aku menatapnya dengan marah dan Peter terdiam
melihatku pergi. Malam itu aku pergi ke rumah BlackANgel, semua berjalan
baik-baik saja, dia kembali mesra denganku tidak seperti biasanya. Kini aku
mulai benar-benar berpikir kalau Peter itu hanya iri denganku. Aku bercerita
tentang sikap Peter yang mulai membuatku kesal, tanpa aku sangka BlackAngel
juga mengatakan hal yang sama kalau dia tidak suka pada sikap Peter makanya
selalu menolak untuk diantarnya. Aku lebih memilih untuk mendengarkanBlackAngel
dan menjauhi Peter,
“ Jangan-jangan Peter itu Gay ya, dia suka kamu?
Sampai segitu jahatnya pengen kita pisah?”
“ Aku juga ga tau sih, dia ga pernah dekat dengan
siapapun selain aku, selama ini dia wajar-wajar aja.”
“ Akuyakin dia gay.. soalnya sering liat dia sama
cowok lain yang namannya Wilson?”
Aku tau siapa Wilson, dia kan cowok anak sekampus yang
sekelas dengan Peter dan terkenal sebagai koreagrafer model kampus dan memiliki
sikap gemulai. Aku tidak langsung menerkam kalimat Angel dakam benakku. Tapi di
hatiku terdapat perasaan yang mengatakan hal yang sama,
“Apa mungkin Peter itu gay?”
***
Peter sering mengirimkan sms seolah hubungan kita
tidak terjadi masalah, padahal aku masih marah karena dia itu mengfitnah BlackAngel.Aku
tidak membalas smsnya, sampai suatu ketika aku benar-benar melihat Peter
bersama Wilson sedang berada di ruangan tari, mereka terlihat sedang asyik
menari bersama. Aku pun percaya kalau Peter tenyata seorang Gay. Malamnya dia
sms aku dan bilang kalau dia pengen mencoba menjadi seorang penari latar, Aku
membalasnya dengan kasar.
“ Selamat, semoga sukses bersama pasangan gay kamu.”
Peter terkejut dan membalas dengan semua pertanyaan
yang intinya menolak dugaanku, aku tidak banyak bicara, tiba-tiba nenekku
meninggal dan aku harus pulang kampung sama ibuku. Aku tidak memberitahu Peter
karena masih shock dengan status barunya gay. Tidak tahan dengan smsnya yang
sangat menjijikan bagiku akhirnya aku bilang padanya.
“ Peter kita tidak lagi bersahabat, maaf, aku tidak
bisa punya teman seperti kamu, jangan ganggu hidupku, aku sudah cukup lama
bersamamu, 10 tahun masa remajaku hanya untuk menemanimu, kini biarkan aku
jalan tanpa kamu disampingku, bukan karena kamu gay atau bagaimana tapi aku
ingin hidup tanpa kamu, semoga kamu mengerti.”
Setelah sms itu, dia tidak lagi membalasnya. Entah apa
aku benar-benar jahat atau tidak. 3 hari kemudian dia mengirimkan sms padaku.
“ Harus kemana aku mencari sahabat seperti kamu, aku
sudah tidak punya lagi tempat yang bisa untuk melupakan kenangan kecil kita,
aku bukan gay.. “
“ Pergi saja ke luar negeri ke tempat ayahmu, jauh
dari aku, itu paling baik, aku benar-benar sengsara untuk bersama kamu. Plzz.”
“ Benarkah itu keinginan kamu tomy?”
“ Ya, plzz,”
“ Baiklah aku akan pergi sesuai keinginan kamu. Tapi
aku tidak pernah bermaksud apapun dan semua yang aku lakukan dalam hidupku
adalah untuk membuat kamu bahagia dan jauh dari penderitaan.”
“ Ya , thks aku sudah besar dan bisa melihat baik atau
buruk, semoga kamu mendapatkan tempat yang baik yang jauh dariku.”
Peter akhirnya benar-benar pergi dalam hidupku dan
memutuskan mendadak pergi ketempat ayahnya di luar negeri. Entah aku harus
merasa bagaimana melihat perpisahan ini, tapi demi BlackAngel yang memintaku
untuk tidak dekat dengannya lagi, aku harus melakukan ini karena inilah
kebahagiaan aku sesungguhnya.
Wilson pasangan gay yang kupikir dengan Peter,
tiba-tiba memarahiku dengan gaya bancinya. Aku terkejut, rasanya ingin kuhajar
dia. Dia menyalahkanku atas kepergiaan Peter. Tentu saja aku tidak terima,
“ Jangan salahin aku dong kalau pasangan gay kamu
pergi, itu kan kemauan dia”
“ Kita bukan pasangan gay, dia itu teman, orang yang
menghargai perbedaan, tidak seperti kamu yang sudah buta karena seorang
perempuan dan tidak sadar siapa yang benar-benar orang yang harus kamu
percayai.”
Ia melemparkanku sekotak surat dan memintaku untuk
menyimpannya, karena tidak ingin lama-lama bersama banci gila ini, akhrinya aku
terpaksa menerima dan menyimpannya dalam tasku. Kalimat terakhirnya.
“ SADARLAH SEBELUM TERLAMBAT, KALAU SAHABAT SEJATIMU
ITU, LEBIH PENTING DARI GADIS MURAHANMU”
***
Aku mulai curiga dengan BlackAngel yang sering susah
kutemui, padahal deminya aku rela menjauhi Peter. Aku memang tidak banyak uang
saat ini karena kehilangan peter yang sering meminjamkanku sehingga harus
bekerja partime di cafe starbuck.Aku bisa memaklumi BlackAngel yang mungkin
marah padaku karena sibuk mencari uang untuk biaya pacaran kami tapi semua aku
lakukan untuknya, aku hanya ingin dia bahagia.
Sebentar lagi tepat setahun aku pacaran, aku pun ingin
memberikan door price padanya sebuah cincin yang kubeli dengan uang gajiku.
Saat aku tiba dirumahnya, aku melihat sebuah mobil bmw, aku berjalan mendekat
pintu dan melihat BlackAngel bersama pria yang asing dariku, wajahnya mungkin
lebih layak di bilang paman. Angel terkejut melihatku dengan pria itu. Ia
kebingungan saat aku tanya siapa pria itu, dengan tanpa bersalah ia bilang,
pria itu adalah calon suaminya.
Lalu siapa aku? Ia hanya bilang hubungan kami sudah
berakhir. Aku terdiam, ingin menangis melihat kejadian itu, aku pergi dengan
kehampaan. Saat aku pulang, aku merenung di kamar, akan kejadian buruk hari
ini. Rasa sakit di hatiku, begitu dalam. Aku mencari obat tidur yang sering
kubeli karena sering susah tidur untuk melupakan stresku, tanpa sengaja kutemui
surat yang dulu dibelikan Wilson padaku. Kubuka lembaran itu dan terkejut
dengan foto-foto BlackAngel dengan banyak pria, tanpa aku sadari ternyata email
yang kutemukan di perpustakaan adalah caranya untuk mencari pria yang ingin
tidur dengannya, dan aku benar-benar terkejut kalau ternyata BlackAngel adalah
ayam kampus.
Sedih rasanya tak percaya dengan Peter, saat aku
menyadari kalau Peter selama ini benar, aku benar-benar malu untuk mengatakan
permintaan maafku, Peter bukanlah gay, saat aku melihatnya di facebook kini ia
sudah bersama seorang perempuan yang ia sebut kekasihnya, hatiku malu untuk
memulai kalimat awal persahabatan kami yang abadi, Kisahku ini adalah kisah
yang kuharapkan menjadi pelajaran untuk siapapun, semoga saja kalian mengerti
arti pesahabatan diantara cinta itu sangat tipis untuk dibedakan,
Pilihan terbaik dalam hidupmu adalah memilih keduanya
dalam hidup dan berjalan dengan bersama,
Tamat.
CERPEN BAHASA JAWA (CERKAK)
SEPISAN LAN PUNGKASAN
Wektu kuwi aku lagi muggah kelas 5. Nalika mlebu
kelas, ana murid anyaran lanang sing teka saka papan adoh. Nanging murid anyar
kuwi ora biyasa. Dheweke duwe cacat awak. Sikile sengkleh siji sing tengen,
awake gering, lan rambute rada arang, nyaris gundul. Pokoke mesakake banget
perawakane.
Mlakune cah anyaran mau nagnti keseret-seret. Wektu
dheweke ngadek sikile gemeter. Ing ngarep kelas, banjur dheweke ngenalke awake.
” Je . . jeneng . . jenengku . . Ad . . Adri ” jarene
gagap. ” A . . aku . . sa . . saka . . ess . . SLB Harapan 1 .”
Kanca-kanca sing awit mau ngempet ngguyu, dadi ribut.
Sanajan mengkono anggone Adri ngomong tetep diteruske. Ana rasa mesakake
sumelip ing atiku.
Adri mesti mangkat paling gasik ning sekolah. Sesuk
esuk, pas Adri lagi mlaku karo nggawa buku saktumpuk, sikile disandung karo
kancaku sing gaweane ngenyek Adri. Dheweke tiba, bukune morak-marik ning jubin.
Atiku trataban weruh kedadean kuwi. Ora ana sij-sijia kancaku sing arep nulungi
Adri. Malah padha nggeguyu, ana sing mung ndeloki kanthi rasa jijik. Aku
langsung ngadek, aku arep nulungi Adri karo mberesi buku-bukune Adri sing
morak-marik mau. Adri banjur ngucapkake maturnuwun karo aku, tangane isih
ngebut-ngebutke klambine sing reged.
Ing sekolah, Adri ora nduwe kanca.
Kanca-kanca sing lanang malah pada ngenyeki awake Adri. Ana sing ngenyek
nganggo omongan lan ana sing ngenyek karo niru-niru solah bawane Adri. Nalika
kanca-kanca sing wedhok ora gelem cedhak-cedhak karo Adri. Amarga perawakane
Adri sing cacat mau. Wiwit prastawa pas aku nulungi Adri, dheweke dadi seneng
nyedhaki aku. Adri wis nganggep aku dadi kancane. Aku yo narima wae, kanggo aku
kabeh kuwi kancaku. Aku ora mbeda-bedakake kanca. Nanging aku ora cedhak-cedhak
banget karo Adri, mung kanca biyasa. Soale aku nduwe kanca kenthel dhewe. Aku
ora ngerti nek Adri nganggep aku dudu kanca biyasa. Nganti ing sawijining dina,
pas aku lan kanca-kanca kenthelku lagi padha ngumpul, Adri teka banjur srawung
marang aku lan kanca-kanca. Pas aku lan kanca-kanca jajan, yo ditutke karo
Adri. Pokoke ning endi-endi aku lan kanca-kancaku ditutke. Wis ngrasa rak
kepenak, aku ngusir Adri nanging carane alus. Adri malah saya nyedhaki aku, aku
sing lagi sensitif dadi mbentak Adri. Karo kaget, Adri mlayu
mboh ning endi.
Udakara patang wulan sakbanjure kuwi, Adri wis
seminggu ora mlebu sekolah. Aku dadi goreh. Pikiranku ngentha-entha ngapa Adri
ora mlebu sekolah nganti seminggu lan ora ana kabar ngenani Adri.
Bali sekolah, aku sakanca sekelas nggoleki omahe adri
kanggo mastikake kabare Adri. Aku lan kanca-kanca njaluk alamat omahe Adri
marang Bu Guru.
Aku lan kanca-kanca mlaku muter-muter nggoleki alamat
omahe Adri. Nganti tekan ing perumahan gedhe. Omah-omahe megah kaya gedung.
Banjur dhewe tekan ing ngarep omah sing ora kalah gedhene karo tanggane. Aku
ndodog lawang omahe sing gedhe dhuwur saka kayu jati. Ora let suwe, saka njero,
ibuke Adri mbukake lawang. Ibune nduwe paras sing ayu, nanging mripatne kethok
bengkak kaya bar nangis. Ibune Adri manggakake dhewe mlebu. Aku sakanca-kanca
isih mlengo ndhelok omahe Adri sing megahe kaya gedung.
Ibune Adri wis ngerti tekane dhewe arep nakoni Adri.
Karo ngomong mripate mbrambang. Ibune crita nalika wiwit cilik Adri duwe
penyakit sing serius. Wis pirang-pirang kali Adri nglakoni terapi, karo ngombe
obat-obatan saka dokter utawa obat-obatan tradisional kayata jamu. Ibune Adri
nalika crita mandheg sedela, mripate nerawang ing langit-langit omah.
” Wiwit cilik, Adri ora nduwe kanca. Biyasane
wong-wong padha ora gelem cedhak-cedhak Adri amarga perawakane sing cacat.
Sanajan mengkno, Adri ora tau isin utawa ngeluh karo keadaane. Dheweke pengen
banget mlebu sekolah umum kanggo nggolek kanca. Sadurunge Adri sekolah ning
SLB. Adri wis ditinggal Bapake wiwit umur 6 taun, gara-gara bapak nduwe
penyakit sing padha karo Adri. ” critane Ibune Adri, Bu Neli.
”Lha Bu, saiki Adri ting pundi? ” pitakonku nyela
critane Bu Neli. Aku wis ora sabar, atiku wis dagdigdug ora karuan. Pikiranku
wis ning endi-endi.
Bu Neli malah nunduk, ” Adri wis nyusul Bapake.”
wangsulane Bu Neli. Kanthi rasa ora percaya, aku lan kanca-kanca liyane nangis
ing kono. Aku wis ora bisa ngmong apa-apa. Dadi Adri wis meninggal ? Ngopo
cepet banget ? Aku durung sempet njaluk ngapura marang Adri.
Teka-teka Bu Neli takon, ”Iki ndak Dek Olin?” Aku
manthuk alon. Banjur Bu Neli maringi lipetan kertas saka kantonge. Aku ndredeg.
” Sadurunge lunga, Adr pesen karo Ibu kareben surat
iki diaturake Olin. Adri pengen ngucapake maturnuwun amarga Dek Olin gelem dadi
kancane Adri. Dek Olin pancen kanca sepisan lan pungkasane Adri.”
Aku mbuka lipetan kertas mau. Atiku trenyuh, aku
nangis sesenggrukan maneh ing kono. Nyatane Adri isih nganggep aku kancane,
malah sahabate.
” Dri, aku njaluk ngapura yo .. .”
Langganan:
Komentar (Atom)